SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN TIGA UNSUR PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PRESTASI BELAJAR IPS GEOGRAFI SISWA KELAS VII-C SEMESTER II SMPN 9 MALANG

LATIVA QURROTA'AINI

Abstrak


ABSTRAK

 

Qurrota’aini, Lativa. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Tiga Unsur Pembelajaran Kooperatif dan Prestasi Belajar IPS Geografi Siswa Kelas VII-C Semester II SMPN 9 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si

 

Kata kunci : model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), tiga unsur pembelajaran  kooperatif, prestasi belajar

 

Salah satu penyebab rendahnya kualitas pembelajaran adalah kurangnya keberhasilan dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat sehingga berpengaruh terhadap keaktifan siswa dan prestasi belajar siswa. Hasil observasi awal didapatkan data bahwa skor keaktifan masih rendah dengan rata-rata 4,65. Rendahnya keaktifan siswa tersebut berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 55,6 atau belum memenuhi KKM yaitu 70 dengan ketuntasan klasikal sebesar 40%. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan peningkatan kualitas pembelajaran dengan cara meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sehingga akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran TGT.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-C SMPN 9 Malang Semester II dengan jumlah 40 siswa. Kompetensi Dasar  yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kondisi Fisik dan Sosial Suatu Wilayah Serta  Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Penduduk. Tujuan  penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif TGT untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa. Data dalam penelitian ini terdiri dari data keaktifan siswa dan prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi, observasi dan tes tertulis. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar observasi dan soal tes tertulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara membandingkan hasil observasi awal, Siklus I, Siklus II dan selanjutnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan. Rata-rata  keaktifan siswa pada data awal 4,65, pada Siklus I meningkat menjadi 5,75 dan pada Siklus II meningkat menjadi 7,85. Prestasi belajar siswa yang diukur dengan  rata-rata dan ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan. Secara berturut-turut rata-rata prestasi belajar siswa pada data awal 55,6, pada Siklus I meningkat menjadi 70,75 dan pada Siklus II meningkat menjadi 85,25. Sedangkan ketuntasan klasikal siswa pada data awal sebesar 40%, Siklus I sebesar 67,5% dan Siklus II mencapai 87,5%. Ketuntasan klasikal pada Siklus II telah melebihi 85%, sehingga tidak perlu dilakukan siklus selanjutnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa. Disarankan bagi guru IPS Geografi di SMPN 9 Malang agar menerapkan model pembelajaran kooperatif  TGT sebagai salah satu alternatif model pembelajaran Geografi dalam meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa.