SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 8 MALANG

Ardina Kusumastuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Kusumastuti, Ardina. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS), keaktifan, hasil belajar

 

Memperbaiki kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas proses pembelajaran, sehingga terwujud proses pembelajaran yang aktif, kreatif,efektif, dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan  pada awal bulan Desember 2010, proses pembelajaran Geografi di SMA Negeri 8 Malang selama ini masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran Geografi, rata-rata skor keaktifan belajar siswa masih rendah, hanya mencapai 11,05. Rendahnya keaktifan belajar siswa tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa di kelas tersebut rendah, nilai rata-rata siswa hanya sebesar 58,65. Selain itu, dari 37 siswa, hanya 35% siswa yang telah mencapai KKM, sehingga belum dapat dikatakan tuntas secara klasikal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran TSTS.

Jenis penelitian ini adalah PTK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi Kompetensi Dasar: “Menganalisis Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi” dengan penerapan model pembelajaran TSTS. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 8 Malang dengan subjek penelitian siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang dengan jumlah 38 siswa. Data dalam penelitian ini adalah keaktifan dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara membandingkan hasil observasi awal, Siklus I, Siklus II dan siklus selanjutnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa, rata-rata skor keaktifan belajar siswa pada observasi awal sebesar 11,05 menjadi 16,83 pada Siklus I, dan meningkat menjadi 21,05 pada Siklus II. Penerapan model pembelajaran TSTS juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, nilai rata-rata pra-tindakan sebesar  58,65 meningkat menjadi 73,11 pada Siklus I dan meningkat menjadi 85,00 pada Siklus II. Ketuntasan belajar klasikal pra-tindakan sebesar 35% meningkat menjadi 65% pada Siklus I dan meningkat menjadi 92% pada Siklus II. Berdasarkan paparan tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian tindakan berhasil, karena dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa hingga mencapai ketuntasan secara klasikal. Disarankan kepada guru Geografi SMA Negeri 8 Malang untuk menerapkan model pembelajaran TSTS agar lebih mudah dalam penyampaian materi pembelajaran Geografi, sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.