SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kualitas Air Berdasarkan Bentuk Lahan di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.

Devin Mega Pragesti

Abstrak


ABSTRAK

 

Pragesti, Devin Mega. 2011. Perbedaan Kualitas Air Berdasarkan Bentuk Lahan di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Didik Taryana, M. Si, (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M. Pd, M.Si.

 

Kata kunci: kualitas air, bentuk lahan, penggunaan air bersih

 

Kecamatan  Panarukan  memiliki  empat  bentuk  lahan,  yaitu  bentuklahan Dataran  Fluvio Marine, Dataran Volkanik,  Punggung  Perbukitan Volkanik Tua, dan Volkan tameng. Adanya perbedaan bentuklahan menyebabkan perbedaan sifat kemampuan  dalam  menyimpan  air,  bahkan  pada  beberapa  kasus  dapat mempengaruhi kualitas air tanah. Masyarakat yang tinggal di daerah bentuklahan punggung  perbukitan  volkanik  tua  juga  mengeluh  karena  air  tanah  setiap  hari dikonsumsi terkadang keruh, sedangkan di daerah fluvio marin banyak mengeluh karena air berasa payau, daerah ini merupakan daerah paling dekat dengan pantai

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kualitas air tanah pada masing-masing bentuk lahan; (2) menganalisi perbedaan kualitas air tanah pada masing-masing bentuk  lahan; (3) menganalisis penggunaan air bersih penduduk pada masing-masing bentuk lahan di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. 

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey. Cara pengambilan sampel air dalam penelitian  ini menggunakan purposive sampling sedangkan untuk penggunaan air berish menggunakan stratified random sampling. Analisis data kualitas air dengan cara komparasi dengan bantuan SPSS 16 Release for Windows

Hasil penelitian ini yaitu: (1) parameter kualitas air yaitu warna, bau, rasa, pH, mangan, besi, TSS, kesadahan, salinitas pada masing bentuk lahan memenuhi standar baku mutu air kecuali parameter pH pada bentuk lahan Fluvio Marin;(2); nilai probabilitas parameter pH(0,04), kesadahan (0,028), dan TSS (0,423) sedangkan parameter yang lain memiliki nilai yang sama; (3) penggunaan air bersih pada masing-masing bentuk lahan berbeda yaitu 63331,6>22.939>18700,6.

Dari  hasil  penelitian  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  (1) Kualitas  air  tanah pada masing-masing bentuk lahan memenuhi standar baku mutu air kecuali para-meter pH  yang  tidak  sesuai dengan  standar baku mutu air yang  telah ditetapkan PERMENKES RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 yaitu pada bentuk  lahan  fluvio marin,  (2) parameter kualitas yang  terdapat perbedaan  signifikan  yaitu para-meter  TSS  dengan  nilai  probabilitas  0,423  sedangkan  paramter  yang  lain  tidak terdapat perbedaan yang signifikan; (3) Kebutuhan penggunaan air bersih rata-rata tidak sesuai dengan standar kebutuhan air besih. Saran yang dapat diberikan: (1) Mengingat kualitas air pada air  tanah pada  salah bentuk  lahan yang  tidak  sesuai dengan standar baku mutu air yang talah ditetapkan dalam PERMENKES RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010. Maka diharapkan melakukan pengujian kualitas air tanah 2 kali setahun dengan harapan kualitas air tetap terjamin, (2) Mengingat potensi air  tanah yang cukup banyak dan penduduk masih belum memakai PDAM  maka diharapkan pihak pemerintah  setempat melakukan pengolahan pada air  tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk sehari-hari.