SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Alih Fungsi Lahan Sawah Menjadi Lahan Industri Di Desa Gununggangsir Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.

El-fridatun Najibah

Abstrak


ABSTRAK

Najibah, El fridatun. 2011. Alih Fungsi Lahan Sawah Menjadi Lahan Industri Di Desa Gununggangsir Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M.P. (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: alih fungsi lahan, sawah, industri

Kecamatan Beji merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari 14 Desa. Kecamatan Beji dijadikan sebagai pengembangan industri non kawasan industri. Desa Gununggangsir merupakan salah satu desa yang mengalami pengalihfungsian lahan sawah menjadi lahan industri sejak tahun 1982. Di Desa Gununggangsir merupakan industri menengah, jenis industri di Desa ini mayoritas industri bahan bangunan dan umum. Luas lahan sawah yang dialih fungsikan menjadi lahan industri sebesar 28,51 ha. Tingkat pendidikan penduduk  di Desa ini tergolong rendah yaitu sebesar 22,38%  tidak atau belum tamat SD. Pendapatan penduduk sebelum alihfungsi lahan mayoritas memiliki tingkat pendapatan perbulannya yaitu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan luas lahan yang dialihfungsikan dari sawah menjadi industri dari tahun 2000 sampai 2010 di Desa Gununggangsir Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung alih fungsi lahan sawah menjadi lahan industri. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Objek dalam penelitian ini yaitu berupa luas lahan yang dialih fungsikan dari tahun 2000 sampai tahun 2010, dan responden yang merupakan petani yang mengalih fungsikan lahan sawah menjadi lahan industri sebesar 50 responden dengan sebaran setiap dusun, yaitu Dusun Gununggangsir, Dusun Sugihwaras, Dusun Kesemi, Dusun Talun, Dusun Pajejeran, Dusun Dermo, Dusun Kepuhrejo.

Hasil penelitian ini yaitu: (1) terjadi perubahan alih fungsi lahan sawah menjadi lahan industri sebesar 28,51 ha, (2) faktor yang mendukung adanya alih fungsi lahan yaitu kebijakan pemerintah, harga jual lahan, letak, jarak, pendapatan, dan pendidikan sangat mendukung terjadinya alih fungsi lahan sawah menjadi industri di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Kebutuhan lahan untuk industri non kawasan industri tergolong masih kecil dan luas lahan sawah yang mengalami alihfungsi menjadi industri selama 10 tahun sebesar 28,51 ha dan di persentasekan sebesar 6,07%  dari luas keseluruhan wilayah Desa Gununggangsir, (2) Faktor-faktor yang mendorong penyebab terjadinya alih fungsi  lahan sawah menjadi lahan industri di Desa Gununggangsir yaitu kebijakan pemerintah, letak wilayah, jarak, pendidikan dan pendapatan.

Saran yang dapat diberikan: (1) Sebaiknya pihak industri sebelum membangun tempat industri harus memikirkan AMDAL, jadi antara masyarakat dengan pihak industri tidak ada yang merasa dirugikan dengan berdirinya industri tersebut, (2) Mengingat tingkat pendidikan masyarakat Desa Gununggangsir tergolong rendah. Sebaiknya kepala desa memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai dampak alih fungsi lahan terhadap pendapatan setelah alih fungsi lahan.