SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dampakj Pola Spasial Curah Hujan Terhadap Aktivitas Pola Tanam Pada Lahan Basah dan Lahan Kering di Kabupaten Lombok Timur

Nurul Ikhwatika

Abstrak


ABSTRAK

 

Ikhwatika, Nurul. 2011. Dampak Pola Spasial Curah Hujan terhadap Aktivitas Pola Tanam Pada Lahan Basah dan Lahan Kering di Kabupaten Lombok Timur. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M.P, (II) Purwanto S.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: pola spasial, curah hujan, pola tanam, lahan basah, lahan kering, dan Kabupaten Lombok Timur.

 

Latar belakang penelitian ini adalah keadaan pola spasial curah hujan di Kabupaten Lombok Timur yang tidak pernah tetap antara lokasi yang satu dengan yang lain. Kabupaten Lombok Timur adalah daerah dengan rata-rata curah hujan yang sangat bervariasi. Variasi curah hujan tersebut sangat mempengaruhi pola tanam baik pada lahan basah (sawah) maupun pada lahan kering, sehingga sangat penting mengkaji perubahan pola tanam berdasarkan pola tanam tahun 2001-2010 untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen akibat penerapan pola tanam yang salah.

Penelitian ini mempunyai dua tujuan, yaitu (1) mengkaji karakteristik pola spasial curah hujan dan pola tanam dari tahun 2001-2010, dan (2) menganalisis dampak pola spasial curah hujan terhadap pola tanam pada lahan basah dan kering di Kabupaten Lombok Timur dari tahun 2001-2010.

Penelitian ini menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini adalah semua lahan pertanian di Kabupaten Lombok Timur, baik lahan basah maupun lahan kering. Sampel diambil menggunakan teknik sampel bertujuan dan sampel penelitian diambil pada sebelas titik lahan pertanian. Pengambilan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan petani sebagai data tambahan. Analisis data curah hujan menggunakan rerata garis isohyet dan analsis deskriptif untuk menjelaskan pengaruh curah hujan terhadap pola tanam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan tertinggi terjadi pada tahun 2003, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada tahun 2005, 2006, dan 2009. Rendahnya curah hujan dan berubahnya pola musim pada tahun tersebut terjadi karena peristiwa el nino, yaitu peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai barat Peru-Ekuador (Amerika Selatan) yang mengakibatkan gangguan iklim secara global dan menyebabkan curah hujan lebih rendah dari kondisi normal pada beberapa wilayah, termasuk Indonesia. Berdasarkan data curah hujan dari tahun 2001-2010, terjadi perubahan pola tanam pada setiap tahun, akan tetapi perubahan paling signifikan terjadi pada tahun 2005, 2006, dan 2009. Adapun daerah yang relatif tidak berubah baik curah hujan dan pola tanam adalah Labuhan Haji dan Pringgabaya karena curah hujan selalu rendah dan tanaman yang ditanam lebih banyak tanaman tahunan (perkebunan). Selain itu, Pola tanam normal di Kabupaten Lombok Timur pada lahan basah adalah padi-padi-palawija, berubah menjadi padi-padi-palawija-bero. Adapun pada lahan kering, pola tanam normal adalah padi gogo-palawija, berubah menjadi palawija-palawija-bero.