SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Potensi Sumber Air PDAM Sebagai Persediaan Air Bersih Penduduk Kota Balikpapan

Puspita Devi

Abstrak


ABSTRAK

 

Devi, Puspita. 2011. Evaluasi Potensi Sumber Air PDAM sebagai Persediaan Air Bersih Penduduk Kota Balikpapan. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si, (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si.

 

Kata kunci : potensi air bersih, kualitas air, kandungan Fe.

Untuk memenuhi kebutuhan air penduduk Kota Balikpapan, PDAM Kota Balikpapan menggunakan sumber air baku dari air tanah Gunung Sari dan Waduk Manggar. Akan tetapi pelanggan PDAM Kota Balikpapan masih mengeluhkan adanya kekurangan air dan kemacetan distribusi air serta kualitas air yang didapatkan pelanggan masih berbau, berwarna, dan keruh.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara potensi air tanah Gunung Sari dan Waduk Manggar dengan kebutuhan air bersih penduduk Kota Balikpapan hingga tahun 2020, menganalisis kesesuaian kualitas air baku PDAM dengan standar baku mutu air golongan B, dan menganalisis hubungan jarak pendistribusian air dengan kadar Fe dalam air PDAM.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif. Metode yang digunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini meliputi penduduk Kota Balikpapan yang memenuhi kebutuhan air bersihnya dari PDAM setempat. Sampel dalam penelitian ini ada dua, yaitu sampel air dan sampel responden. Sampel air diambil di sumber air, yaitu waduk Manggar dan air tanah Gunung Sari dan juga di rumah penduduk yang dilakukan dengan cara area sampling. Sampel responden ditentukan dengan proporsional sampling. Jumlah responden pada air tanah Gunung Sari 20 responden dan waduk Manggar 80 responden.

Hasil penelitian ini, yaitu: (1) potensi sumber air tanah Gunung Sari dan air Waduk Manggar tahun 2020 yaitu 1049,5 liter/detik dan jumlah kebutuhan air bersih pelanggan PDAM tahun 2020 yaitu 228,4 liter/detik; (2) pada air tanah Gunung Sari semua parameter memenuhi standar baku mutu air golongan B, sedangkan di Air Waduk Manggar parameter warna, kekeruhan, Fe, Bakteri Coliform, dan Bakeri Fecal Coliform tidak memenuhi standar baku mutu air golongan A; (3) terdapat hubungan antara kandungan Fe dan jarak distribusi air dari air tanah Gunung Sari dan Waduk Manggar yaitu 0,001 dan 0,000.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) potensi air tanah Gunung Sari dan Waduk Manggar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan hingga tahun 2020; (2) kualitas air baku dari tanah Gunung Sari lebih baik dibandingkan dengan air baku dari waduk Manggar; (3) hubungan antara jarak distribusi air dan kandungan Fe pada air tanah Gunung Sari dan Waduk Manggar sangat kuat, signifikan, dan searah. Artinya semakin jauh jarak distribusi air maka kandungan Fe akan semakin tinggi. Saran yang dapat diberikan yaitu (1) menambah jumlah produksi air yang akan didistribusikan kepada pelanggan agar pelanggan tidak merasa kekurangan air; (2) diperlukan pengolahan dengan teknik memancarkan air ke udara dengan lebih maksimal yang dikombinasikan dengan sedimentasi dan filtrasi, dan melakukan pengolahan dengan pasir mangan serta pengecekan dan mengganti pipa yang telah mengalami korosif.