SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMETAAN SEBARAN KERUANGAN KELUARGA MISKIN DI KECAMATAN BATUMARMAR KABUPATEN PAMEKASAN TAHUN 2011

Achmad Hidayat

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayat, Achmad. 2011. Pemetaan Sebaran Keruangan Keluarga Miskin di  Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan Tahun 2011. Skripsi,  Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Drs. Rudi  Hartono, M.Si.

 

Kata Kunci: Pemetaan, Sebaran Keruangan Keluarga Miskin

Kemiskinan adalah sebuah fenomena multidimensional. Hidup miskin bukan hanya berarti hidup didalam kekurangan kondisi sandang, pangan, dan papan. Hidup dalam kemiskinan seringkali juga berarti akses yang rendah terhadap berbagai ragam sumberdaya dan aset produktif yang sangat diperlukan untuk memperoleh sarana pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup yang paling dasar tersebut, antara lain: informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan modal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik, penyebab, dan sebaran keruangan keluarga miskin di Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan Tahun 2011 berdasarkan tingkat kemiskinan.

Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi keluarga miskin di Kecamatan Batumarmar sebanyak 10.050 KK dan diambil sampel sebanyak 100 KK. Instrumen penelitian berupa angket yang digunakan untuk melakukan wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tabulasi tunggal an silang. Sedangkan penyajian data dalam peta menggunakan metode Choroplethic.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut,diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Karakteristik dan penyebab keluarga miskin di Kecamatan Batumarmar meliputi bentuk lahan dataran karst, dataran tektonik bergelombang, plateau karst, dan punggung perbukitan tektonik. Karena batuan yang terdapat di masing-masing lahan beragam, maka jenis tanah yang terbentuk juga beragam antara lain: tanah mollisol, entisol, alfisol, ultisol, dan inceptisol yang tingkat kesuburannya rendah sampai tinggi. Sedangkan ketersediaan air tanahnya asin, langka/terbatas setempat, dan kritis air. Berdasarkan karakteristik sosialnya, keluarga miskin di Kecamatan Batumarmar disebabkan oleh latar belakang pendidikan keluarga miskin yang sebagian besar tidak pernah sekolah atau hanya tamatan SD, sehingga mereka lebih memilih bekerja sebagai petani. Karena menurut mereka hanya pekerjaan ini yang bisa mereka tekuni sesuai pengalaman yang mereka dapatkan dari orang tua mereka, sehingga pendapatan yang mereka dapat rendah yaitu rata-rata Rp. 300.000/bulan. Akibatnya kebutuhan sehari-hari mereka tidak terpenuhi terutama kebutuhan pendidikan untuk anaknya dan untuk membangun rumah mereka. Hal ini didukung temuan di lapangan, dimana kondisi rumah keluarga miskin yang sebagian besar hanya seluas kurang dari 8 m2 per orang dengan lantai dari tanah dan dinding yang terbuat dari seng, serta jumlah beban tanggungan keluarga mereka sebanyak 1-4 orang.

Keluarga miskin di Kecamatan Batumarmar berdasarkan tingkat kemiskinan yaitu dari 100 keluarga miskin di Kecamatan Batumarmar 48 keluarga miskin termasuk dalam kategori miskin sekali, 32 keluarga miskin termasuk dalam kategori melarat/paling miskin, dan 20 keluarga miskin termasuk dalam kategori miskin. Sedangkan sebaran keruangan keluarga miskin berdasarkan tingkat kemiskinan sebagai berikut.

Bentuk lahan dataran karst dengan ketersediaan air tanah asin, langka/terbatas setempat. Lahan ini sebagian besar meliputi Desa Tamberu, Kapong, Lesong Daja, Lesong Laok, Bangsereh, Ponjanan Barat, Blaban, Batubintang, dan Ponjanan Timur. Sedangkan jenis tanah yang terbentuk di lahan ini yaitu mollisol, entisol, dan alfisol. Dimana desa yang paling miskin yaitu Desa Ponjanan Timur, sedangkan desa yang miskin sekali dan miskin yaitu Desa Batubintang.

Bentuk lahan punggung perbukitan tektonik dengan ketersediaan air langka/terbatas setempat. Lahan ini sebagian besar meliputi Desa Ponjanan Barat, Bangsereh, Ponjanan Timur, Lesong Laok, Batubintang, Pangereman, Bujur Barat, Bujur Tengah, dan Bujur Timur. Sedangkan jenis tanah yang terbentuk di lahan ini ultisol, alfisol, dan inceptisol. Dimana desa yang paling miskin dan miskin sekali yaitu Desa Bujur Timur, sedangkan desa yang miskin yaitu Desa Bujur Tengah.

Bentuk lahan dataran tektonik bergelombang dengan ketersediaan air langka/terbatas setempat. Lahan ini sebagian besar meliputi Desa Lesong Laok, Pangereman, Bujur Barat, Bujur Tengah, dan Bujur Timur. Sedangkan jenis tanah yang terbentuk di lahan ini alfisol dan inceptisol. Dimana desa yang paling miskin dan miskin sekali yaitu Desa Bujur Timur, sedangkan desa yang miskin yaitu Desa Bujur Tengah.

Bentuk lahan plateau karst dengan ketersediaan air langka/terbatas setempat. Lahan ini sebagian besar meliputi Desa Bujur Tengah dan Bujur Timur. Sedangkan jenis tanah yang terbentuk di lahan ini mollisol, alfisol, dan entisol. Dimana desa yang paling miskin dan miskin sekali yaitu Desa Bujur Timur, sedangkan desa yang miskin yaitu Desa Bujur Tengah.