SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN MOJOKERTO

Puja Mastika

Abstrak


ABSTRAK

 

Mastika, Puja TDT. 2011. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Kawasan Permukiman di Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M. P. (II) Purwanto, S. Pd, M. Si.

 

Kata kunci: evaluasi kesesuaian lahan, permukiman 

Kawasan permukiman merupakan kawasan di luar kawasan lindung yang digunakan sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian masyarakat berada di wilayah perkotaan dan perdesaan. Kabupaten Mojokerto memiliki luas wilayah 969.360 km2. Pertambahan penduduk sebesar  64.050 jiwa/tahun yang didominasi oleh penduduk pendatang tersebut  menyebabkan kebutuhan akan permukiman juga meningkat. Apabila diproyeksikan hingga tahun 2015 dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 2,00%,  jumlah penduduk Kabupaten Mojokerto adalah 1.207.579  jiwa dengan kebutuhan rumah mencapai 301.769 unit. Sehingga dapat diasumsikan pada tahun 2015 diperlukan lahan seluas 6.035 ha sebagai lahan yang  siap dibangun sebanyak 301.769  unit rumah. Untuk itu perlu dilakukan adanya evaluasi lahan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan yang dapat  dikembangkan sebagai kawasan permukiman.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan permukiman dan menganalisis sebaran kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan permukiman di Kabupaten Mojokerto berdasarkan kelas kesesuaian lahan untuk pemukiman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Pengolahan data spasial menggunakan software ArcView 3.3. yaitu dengan cara menumpangsusunkan tiga peta yaitu peta jenis tanah, peta kemiringan lereng dan peta penggunaan lahan. Populasi yang diperoleh dari overlay peta sebanyak 33 unit lahan, sampel penelitian yang diambil sebanyak 7 unit lahan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Penentuan kelas kesesuaian lahan untuk permukiman ditetapkan berdasarkan jumlah hasil pengharkatan (scoring) terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan pada satuan lahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas sesuai untuk pengembangan kawasan permukiman 1.217,844 ha atau 5,19% dari luas seluruh unit lahan, terletak di Kecamatan Gedeg, Puri, Sooko dan Trowulan. Kelas kesesuaiaan lahan cukup sesuai untuk pengembangan kawasan permukiman dengan luas 7860,89 ha atau 58,38% dari luas seluruh unit lahan penelitian, terletak di Kecamatan Kemlagi, Jetis dan Dawarblandong. Selain itu terdapat 4708,76 ha lahan didalam rencana pola ruang Kabupaten Mojokerto yang tidak layak dikembangkan sebagai kawasan permukiman (Kecamatan Ngoro, Pacet dan Trawas) atau 20,06% dari luas keseluruhan unit lahan. Kelas kesesuaian lahan sesuai (K1An dan K1Al), sesuai untuk dikembangkan menjadi kawasan permukiman perkotaan. Kelas kesesuaian lahan cukup sesuai (T1Al, K2Gr, T1Gr, T2Gr, T3Gr) sesuai untuk dikembangkan menjadi kawasan permukiman perkotaan.