SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prediksi Laju Erosi dengan Menggunakan Model Water Erosion Prediction Project (WEPP) Di Sub Das Junggo Hilir Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Ach Basyaruddin

Abstrak


ABSTRAK

 

Basyaruddin, Ach. 2011. Prediksi Laju Erosi dengan Menggunakan Model Water Erosion Prediction Project (WEPP) Di Sub Das Junggo Hilir Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didik Taryana, M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P.

 

Kata Kunci: erosi, curah hujan, intensitas hujan efektif, model WEPP.

 

Penggunaan lahan yang kurang sesuai dengan kemampuan dapat menyebabkan erosi. Erosi merupakan peristiwa berpindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian dari tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami berupa air atau angin. Proses terjadinya erosi tanah melalui tahap pelepasan partikel tunggal dari massa tanah (detachment) dan tahap pengangkutan oleh media (transportation). Pada kondisi dimana energi yang tersedia tidak lagi cukup untuk mengangkut partikel, maka akan terjadi tahap yang ketiga yaitu pengendapan (deposition).

Sub DAS Junggo bagian hilir mempunyai bentuk DAS sebagian besar wilayahnya berbukit dan bergunung-gunung yang sebagian besar memiliki kemiringan lereng 9-45% dengan luas lahan 7,359 Ha, memiliki curah hujan yang relatif tinggi, yaitu >2500 mm per tahun. Panjang total sungai pada lokasi penelitian adalah 0,928 kilometer.

Penelitian ini bertujuan memprediksi laju erosi aktual dengan menggunakan model WEPP (Water Erosion Prediction Project) yaitu model buatan Amerika pada Agustus 1985 yang bertujuan untuk menghasilkan generasi baru dalam memprediksi laju erosi yang ditimbulkan oleh air. Model WEPP merupakan model pendugaan laju erosi yang berdasarkan proses erosinya.

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode survei. Data primer dalam penelitian ini adalah sampel tanah, kecepatan aliran, intensitas hujan efektif, hasil sedimen, dan pengukuran parit yang meliputi jarak, panjang, dan radius hidroliknya. Sedangkan data sekunder adalah curah hujan Bumiaji tahun 2010, SDR , dan peta. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, penelitian ini mengambil sampel pada dua titik yang didasarkan pada kemiringan lereng, yaitu titik 1 dengan kemiringan lereng sekitar 17 o-20o dan titik 2 sekitar 8o-16o.

Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari 2011 sampai dengan Mei 2011. Data diolah dengan menggunakan persamaan WEPP yang hasilnya adalah erosi aktual. Selain mencari erosi aktual saat terjadi hujan, penelitian ini menghasilkan estimasi erosi selama tahun 2010 yang didapat dari regresi data primer penelitian yang menghasilkan beberapa persamaan yang dapat digunakan sebagai estimasi erosi dengan memanfaatkan data curah hujan stasiun Junggo kecamatan Bumiaji tahun 2010 dengan tingkat kevalidan sebsar 97,4%. Total erosi yang dihasilkan selama tahun 2010 sebesar 0,368681 kg/m2/det.