SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK PEMETAAN DAERAH KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA MALANG

rizki amalia

Abstrak


ABSTRAK

 

Amalia, Rizki. 2011, Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk Pemetaan Daerah Kemacetan Lalu Lintas di Kota Malang , Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr.Agus Suryantoro M.Si, (II) Bagus Setia Budi Wiwoho S.Si,M.Si

 

Kata Kunci : Daerah kemacetan lalu lintas, kemacetan lalu lintas, karakteristik kemacetan lalu lintas.

Saat ini kota Malang telah menjadi kota terbesar ke 2 di Jawa Timur setelah Surabaya. Hal ini memicu adanya pembangunan di berbagai sektor dan diikuti dengan pertumbuhan penduduk yang pesat. Jumlah penduduk kota Malang pada tahun tahun 2006 meningkat mencapai 789.907 (BPS 2006). Jumlah penduduk yang terus meningkat dan dengan luas lahan yang terbatas tentunya menjadi permasalahan baru yang dihadapi pemerintah kota Malang khususnya masalah transportasi yang menimbulkan kemacetan lalu lintas. Permasalahan kemacetan lalu lintas di kota Malang diantaranya dapat dilihat di jl.Soekarno Hatta, jl.MT.Haryono, jl.Simpang 3 Borobudur, jl. Simpang 3 LA Sucipto, dan jl.Gatot Subroto.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kemacetan lalu lintas masing-masing titik, dan mengatahui titik lain yang memiliki karakter sama dengan titik lokasi penelitian agar kemacetan lalu lintas tidak menular pada titik lain tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah survey yang bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah semua jenis kendaraan yang melintas di tiap ruas jalan. Jenis kendaraan tersebut yaitu bermotor dan tidak bermotor. Kendaraan bermotor dalam skripsi ini meliputi motor, mobil pribadi, bus, truk, dan MPU. Sedangkan kendaraan tidak bermotor berupa sepeda dan becak. Setelah diklasifikasikan berdasarkan jenis kendaraan dihitung jumlah kendaraan yang melintas pada ruas jalan tersebut. Selanjutnya dipersentase jumlah kendaraan berdasarkan jenisnya, menghitung volume kendaraan, dan mencari nilai level of Service (LOS) atau tingkat pelayanan jalan. Analisis pengembangan Bagian Wilayah Kota (BWK) dilakukan untuk mengetahui perbedaan karakter kemacetan lalu lintas dari tiap-tiap titik kemacetan lalu lintas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan observasi.

Hasil penelitian bahwa karakteristik kemacetan lalu lintas di kota Malang dipengaruhi oleh penggunaan lahan serta kelas/fungsi dari jalan tersebut. Persentase jumlah kendaraan berdasarkan jenis kendaraannya di jl.Soekarno Hatta adalah : motor 54,6 %, mobil pribadi 44,2 %, truk 0,1 %, bus 0,03 %, MPU 0,8 %, sepeda 0,1 %, dan becak 0.03 %. Volume kendaraan di jl.Soekarno Hatta motor 4802 smp/jam, mobil pribadi 3887 smp/jam, truk 10 smp/jam, bus 2 smp/jam, MPU 71 smp/jam, sepeda 12 smp/jam, becak 3 smp/jam dan untuk nilai LOS di jl.Soekarno Hatta sebesar 1,13. Persentase jumlah kendaraan berdasarkan jenis kendaraannya di jl.MT.Haryono adalah : motor 62,3 %, mobil pribadi 35,4 %, truk 0,1 %, bus 0,03 %, MPU 1,9 %, sepeda 0,07 %, dan becak 0,1 %. Volume kendaraan di jl.MT.Haryono motor 3811 smp/jam, mobil pribadi 2165 smp/jam, ii truk 8 smp/jam, bus 2 smp/jam, MPU 116 smp/jam, sepeda 5 smp/jam, becak 7 smp/jam, dan untuk nilai LOS di jl.MT.Haryono adalah 1,6. Persentase jumlah kendaraan berdasarkan jenis kendaraannya di jl.Simpang 3 Borobudur adalah : motor 55,4 %, mobil pribadi 40,9 %, truk 0,1 %, bus 0,02 %, MPU 3,3 %, sepeda 0,08 %, dan becak 0,09 %. Volume kendaraan di jl.Simpang 3 Borobudur motor 3025 smp/jam, mobil pribadi 2335 smp/jam, truk 7 smp/jam, bus 1 smp/jam, MPU 190 smp/jam, sepeda 5 smp/jam, becak 5 smp/jam dan untuk nilai LOS di jl.Simpang 3 Borobudur sebesar 1,16. Persentase jumlah kendaraan berdasarkan jenis kendaraannya di jl.LA.Sucipto adalah : motor 47,7 %, mobil pribadi 46,8 %, truk 0,3 %, bus 0,06 %, MPU 4,8 %, sepeda 0,1 %, dan becak 0,2 %. Volume kendaraan di jl.LA.Sucipto motor 1584 smp/jam, mobil pribadi 1557 smp/jam, truk 10 smp/jam, bus 2 smp/jam, MPU 161 smp/jam, sepeda 5 smp/jam, becak 6 smp/jam dan untuk nilai LOS di jl.LA.Sucipto sebesar 1,4. Persentase jumlah kendaraan berdasarkan jenis kendaraannya di jl.Gatot Subroto adalah : motor 53,2 %, mobil pribadi 42,1 %, truk 0,7 %, bus 0,2 %, MPU 3,2 %, sepeda 0,1 %, dan becak 0.2 %. Volume kendaraan di jl.Gatot Subroto motor 2342 smp/jam, mobil pribadi 1853 smp/jam, truk 32 smp/jam, bus 11 smp/jam, MPU 142 smp/jam, sepeda 6 smp/jam, becak 9 smp/jam dan untuk nilai LOS di jl.Gatot Subroto sebesar 1,2 Sedangkan titik-titik kemacetan lain yang memiliki karakter yang sama dengan titik pengamatan adalah, jl.Gajayana dan jl.Sumbersari merupakan titik yang memiliki karakter yang sama dengan jl.Soekarno Hatta dan jl.MT.Haryono, jl.Raden Intan dan jl.Panji Suroso merupakan titik kemacetan yang memiliki karakter yang sama dengan jl.LA.Sucipto dan jl.Borobudur, jl.Panglima Sudirman dan jl.Zaenal Zekse merupakan jalan yang memiliki karakter yang sama dengan jl.Gatot Subroto.