SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPS Geografi Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Ngantru Tulungagung Tahun Ajaran 2010/2011 Pokok Bahasan Atmosfer

Sinta Puspitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Meskipun telah lama kita menyadari bahwa belajar memerlukan keterlibatan siswa secara aktif, kenyataan di lapangan menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Siswa bersikap pasif karena terbiasa dengan pembelajaran teacher centered. Begitu pula kecenderungan yang terjadi di kelas VII B SMP Negeri 1 Ngantru, Tulungagung. Kegiatan pra tindakan yang dilaksanakan pada tanggal 7 dan 14 Januari 2011 menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa masih kurang. Hanya sekitar 4% dari 42 siswa yang ada.  Minimnya keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran ini berdampak terhadap hasil belajar yang dicapai siswa. 22 dari 42 siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan pihak sekolah (sebesar 75) dengan rata-rata kelas 74,4. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan pembahasan untuk menyelesaikan permasalahan kelas VII B SMP Negeri 1 Ngantru.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui model pembelajaran jigsaw yang bagaimana yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS geografi siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Ngantru.

Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi, sedangkan instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, soal post-tes dan format catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan menghitung selisih data yang diperoleh tiap siklus, digunakan pula analisis statistik uji t (T-test) agar perbedaan yang dinilai dari tiap siklusnya diketahui signifikan atau tidak.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa keaktifan dan hasil belajar IPS geografi siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, keaktifan belajar siswa berada pada taraf keberhasilan C (cukup) dengan nilai 56,3% dan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 76,8. Pada siklus II, keaktifan belajar siswa berada pada taraf keberhasilan B (baik) dengan nilai 74,1% dan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 83,7. Untuk keaktifan belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 17,8% dan untuk hasil belajar, rata-rata kelas meningkat sebesar 6,9. Peningkatan tersebut terjadi karena pembelajaran kooperatif model jigsaw yang diterapkan peneliti selaku guru menggunakan power point berisi gambar-gambar yang relevan dengan materi pembelajaran; kelompok yang dibentuk heterogen; lembar diskusi yang dibagikan, jumlahnya lebih sedikit dari anggota kelompok; pemberian waktu yang lebih lama untuk kegiatan bertukar informasi; serta pemberian bimbingan yang lebih pada saat siswa melaksanakan kegiatan diskusi dan presentasi.