SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prediksi Laju Erosi Menggunakan Model Water Erosion Prediction Project (WEPP) di Sub DAS Junggo Hulu Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Ichwan Dwi Pratomo

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratomo, Ichwan Dwi, 2011. Prediksi Laju Erosi Menggunakan Model Water Erosion Prediction Project (WEPP) di Sub DAS Junggo Hulu Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didik Taryana, M.Si, (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci: erosi, sedimen, Model WEPP

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, maka akan mendorong peningkatan kebutuhan hidup, baik secara kualitas maupun kuantitas. Tuntutan pemenuhan kebutuhan manusia tersebut selanjutnya menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal maupun kegiatan pertanian.Pembukaan lahan baru berlangsung secara berlebihan, sehingga mempercepat proses erosi.Kerugian akibat erosi berdampak sangat luas, karena tidak hanya menyebabkan kerusakan di daerah hulu saja, tetapi juga di daerah yang dialiri aliran endapan (daerah tengah), dan di bagian hilir.

Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dimana teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive samplingyang berdasarkan pada kemiringan lereng, sifat tanah, dan penggunaan lahan, sehingga diperoleh sampel daerah sebanyak dua unit lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuilaju erosi dengan menggunakan model WEPP yang terjadi di sub DAS Junggo bagian hulu, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub DAS Junggo hulu yang terbagi ke dalam dua unit lahan, memiliki nilai total sedimen terangkut yang bervariasi, dimana pada unit lahan AKK 26-45% berdasarkan hasil pengukuran pertama berturut-turut sampai pada pengukuran keempat adalah sebagai berikut: (1) pengangkutan sedimen sebesar 7,461677 kg/dt, (2) pengendapan sedimen sebesar -0,69208502 kg/dt (3) pengendapan sedimen sebesar -3,08392743 kg/dt, dan (4) pengendapan sedimen sebesar -0,82869316 kg/dt. Sedangkan total sedimen terangkut di unit lahan AKK 16-25% pada pengukuran pertama berturut-turut sampai pada pengukuran keempat adalah sebagai berikut: (1) pengangkutan sedimen sebesar 10,55165627 kg/dt, (2) pengangkutan sedimen sebesar 1,86448370 kg/dt (3) pengendapan sedimen sebesar -1,13330122 kg/dt, dan (4) pengangkutan sedimen sebesar 0,71693563 kg/dt.

Untuk menekan besarnya laju erosi yang terjadi di sub DAS Junggo bagian hulu, maka peneliti merasa perlu memberikan saran yang ditujukan kepada masyarakat setempat agar tidak menggunakan lahan yang memiliki kemiringan lereng curam (16-45%) secara berlebihan dan untuk  lahan yang belum diolah sebaiknya tidak dibiarkan terbuka. Sedangkan kepada pemerintah daerah diharapkanagar segera memberi penyuluhan kepada masyarakat daerah setempat dan pembuatan kebijakan-kebijakan khusus yang dapat mencegah erosi agar tidak terjadi lebih besar lagi dan sebagai upaya konservasi terhadap penyelamatan lingkungan.