SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prediksi Nisbah Pelepasan Sedimen (NPS)sub DAS Junggo bagian Hilir dengan Menggunakan Model Suripin di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Edwin Maulana

Abstrak


ABSTRAK

 

Maulana, Edwin. 2011. Prediksi Nisbah Pelepasan Sedimen (NPS)sub DAS Junggo bagian Hilir dengan Menggunakan Model Suripin di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Didik Taryana, M.Si, (2) Bagus Setyabudi Wiwoho, S.Si, M.Si.

 

Kata Kunci: erosi, sedimen, intensitas hujan, RUSLE, NPS Model Suripin

Erosi merupakan peristiwa pemindahan atau pengangkutan bagian dari tanah dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui media alami yaitu air maupun angin. Perhitungan Nisbah Pelepasan Sedimen (Soil Delivery Ratio) atau cukup dikenal dengan SDR adalah perhitungan untuk memperkirakan besarnya erosi kotor dari suatu daerah tangkapan air.

Penelitian ini merupakan penelitian survey dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang ada pada obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi besar intensitas hujan yang menyebabkan run off di sub DAS Junggo bagian hilir (2) mengetahui analisa hubungan intensitas hujan dengan Nisbah Pelepasan Sedimen di Sub DAS Junggo bagian hilir (3) mengetahui luas DAS yang cocok untuk aplikasi Nisbah Pelepasan Sedimen Model Suripin di sub DAS Junggo bagian hilir.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data untuk mengetahui besarnya laju erosi potensial dengan menggunakan model RUSLE, sedangkan besarnya erosi aktual diperoleh dengan pengukuran langsung sedimen pada outlet dengan cara mengambil sampel air yang bercampur dengan sedimen pada saat run off terjadi dan kemudian dianalisis pada laboratorium tanah untuk mendapatkan besaran sedimen terangkut pada tiap-tiap liter air. Hasil analisa laboratorium tanah diplotkan ke dalam hidrograf untuk mengetahui besaran sedimen terangkut pada kejadian run off. SDR dihitung berdasarkan perbandingan antara laju erosi potensial dengan laju erosi aktual.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis regresi antara intensitas hujan dengan volume run off dapat dilihat bahwa intensitas hujan minimum yang dapat menyebabkan terjadinya run off di sub DAS Junggo bagian hilir adalah 3,75 mm/jam. Hasil analisis hubungan intensitas hujan dengan Nisbah Pelepasan Sedimen di Sub DAS Junggo bagian hilir menunjukkan hasil yang sangat signifikan, diketahui berdasarkan analisis R yang menunjukkan nilai 0,707.

Empat sampel Nisbah Pelepasan Sedimen yang diregresikan dengan luas DAS dapat diketahui bahwa (1) intensitas hujan sebesar 28,26 mm/jam dan curah hujan  49,46 mm tidak cocok untuk NPS Model Suripin, (2) intensitas hujan sebesar 21,9 mm/jam dan curah hujan sebesar 18,18 mm cocok untuk NPS Model Suripin pada luas DAS 3,35 hektar, (3) intensitas hujan sebesar 7,20 dan curah hujan sebesar 25,79 mm cocok untuk NPS Model Suripin pada luas DAS 4,78 hektar, (4) intensitas hujan sebesar 18,28 mm/jam dan curah hujan sebesar 33,11 mm cocok untuk NPS Model Suripin pada luas DAS 7,18 hektar.