SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII D pada Mata Pelajaran IPS Geografi SMP Negeri 1 Bagor Kabupaten Nganjuk.

Febriana Mita Selvinda

Abstrak


ABSTRAK

 

Selvinda, Febriana Mita. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII D pada Mata Pelajaran IPS Geografi SMP Negeri 1 Bagor Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.si.

 

Kata Kunci: model pembelajaran Two Stay Two Stray, keaktifan belajar

Tuntutan KTSP yang merubah paradigma pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa sepenuhnya belum dilaksanakan di SMPN 1 Bagor. Berdasarkan observasi selama proses pembelajaran di kelas yang berlangsung pada Februari 2011 diperoleh kesimpulan bahwa keaktifan belajar siswa secara klasikal berada dalam kategori cukup dengan perolehan persentase 56,65% saja. Keaktifan siswa secara individu dari 36 siswa seluruhnya berada dalam kategori cukup. Penyebab siswa kurang aktif selama proses pembelajaran dikarenakan model pembelajaran yang dipergunakan tidak bervariasi masih berupa metode ceramah yang mengakibatkan siswa mudah mengalami kebosanan dan tidak bersemangat. Kurangnya keaktifan siswa kelas VIII D berdampak terhadap minimnya hasil belajar yang dicapai, yaitu sebanyak 91,6% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ada di SMPN 1 Bagor yaitu 70.

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Bagor pada bulan Juli 2011, dengan subjek siswa kelas VIII D yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data keaktifan belajar siswa menggunakan lembar observasi keaktifan belajar siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I keaktifan belajar siswa telah berada dalam taraf keberhasilan baik yaitu 63,05%, sedangkan keaktifan siswa secara individu sebanyak 20 siswa sudah berada dalam kategori baik. Pada siklus II terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa sebesar 12,74% yakni dari 63,05% menjadi 75,79% dengan keaktifan siswa secara individu sebanyak 30 siswa berada dalam kategori baik dan sisanya 5 siswa berada dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VIII D pada mata pelajaran IPS Geografi, sehingga disarankan kepada para guru geografi untuk mencoba menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray agar kualitas pembelajaran geografi semakin meningkat. Kepada pihak sekolah disarankan agar memberikan fasilitas yang menunjang keberhasilan penerapan model pembelajaran tersebut di dalam kelas.