SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

FERTILITAS PENDUDUK DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN JAWA TIMUR

firdaus suci nurziana

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurziana, Firdaus Suci. 2011. Fertilitas Penduduk di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Geografi Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budijanto, MP, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M. Si.

 

Kata kunci: fertilitas, variabel antara, sosial ekonomi.

Kelahiran merupakan salah satu faktor perubahan jumlah penduduk disamping migrasi dan mortalitas. Kelahiran di masa lalu mempengaruhi tingginya tingkat fertilitas masa kini. Setelah melakukan observasi dan melihat perbandingan jumlah kelahiran dengan kematian di Kecamatan Waru maka dapat disimpulkan bahwa fertilitas di daerah penelitian yaitu di Kecamatan Waru relatif tinggi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fertilitas dengan variabel antara yaitu usia kawin pertama, pemakaian alat kontrasepsi, mortalitas bayi, lama periode reproduksi dan sosial ekonomi yaitu pendidikan istri, pekerjaan suami, pekerjaan istri, dan pendapatan keluarga di Kecamatan Waru. Rancangan penelitian ini termasuk survey dan sebagai alat pengumpul data dengan wawancara terstruktur. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampel, dan sebagai strata dalam penelitian ini adalah tingkat kelahiran kasar (CBR). Populasi adalah 4.565 responden wanita pernah kawin di Kecamatan Waru, dan sampel yang digunakan berjumlah 90 responden. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal dan silang serta regresi untuk menguji hipotesis.

Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fertilitas dengan variabel antara dan sosial ekonomi, dan yang paling dominan pengaruhnya di wilayah penelitian adalah lama periode reproduksi sebesar 43,59%, sedangkan variabel yang tidak terlalu mempengaruhi fertilitas adalah pendapatan yaitu sebesar 0,28%.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, agar penduduk khususnya wanita di daerah pedesaan lebih mengerti akan bahaya dari menikah usia muda, sehingga angka perkawinan usia muda dapat ditekan. Sehingga diharapkan akan membuat lama periode reproduksinya tidak terlalu panjang dengan demikian kemungkinan untuk melahirkan anak banyak dapat ditekan dan tingkat fertilitas tidak akan terus mengalami peningkatan, pemakaian alat kontrasepsi oleh pasangan berusia subur harus lebih ditingkatkan lagi sehingga diharapkan lama pemakaian alat kontrasepsi dapat menekan angka fertilitas, meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan pada daerah pedesaan, sehingga kesehatan bayi dan ibu hamil dapat lebih terjamin dan mortalitas bayi bisa ditekan