SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Akibat Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Perkebunan di Desa Kalibaru Manis Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi.

ARIE KUSUMA WARDANI

Abstrak


ABSTRAK

 

Wardani, Kusuma, Arie. 2011. Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Akibat Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Perkebunan di Desa Kalibaru Manis Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M Yusuf Idris. (II) Djoko Soelistijo, M.Si

 

Kata Kunci: Sosial Ekonomi, Kesejahteraan Masyarakat dan Alih Fungsi Lahan

Kabupaten Banyuwangi adalah kawasan yang terletak di ujung Timur Provinsi Jawa Timur dan memiliki 24 kecamatan. Kecamatan Kalibaru merupakan salah satu kecamatan yang memiliki daerah yang subur karena berada di daerah Pegunungan Gumitir dan sangat cocok untuk kegiatan perkebunan terutama kopi. Pertumbuhan penduduk Kecamatan Kalibaru tahun 2008 sampai 2010 terjadi kenaikan serta aktivitas pembangunan dalam berbagai bidang begitu cepat sehingga lahan untuk pertanian akan semakin berkurang. Kebutuhan lahan yang terus bertambah tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan. Hal ini mendorong masyarakat setempat untuk melakukan penjarahan hutan secara besar-besaran dan ilegal yang dimulai tahun 2000 untuk dijadikan lahan pertanian. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial ekonomi dan tingkat kesejateraan masyarakat sebelum dan sesudah alih fungsi lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan populasi masyarakat Desa Kalibaru Manis yang sebelum dan sesudah alih fungsi lahan mata pencahariannya berkaitan dengan hutan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabulasi tunggal dan tabulasi silang.

Hasil penelitian ini menunjukan ada variasi pola tanam setelah alih fungsi lahan tetapi untuk tanaman utamanya adalah kopi dengan variasi tanaman cabai, pisang dan ketela pohon. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perubahan kondisi sosial masyarakat dari sebelum alih fungsi lahan dan sesudah alih fungsi lahan. Dilihat dari jenis mata pencaharian masyarakat yang mengalami perubahan setelah alih fungsi lahan mata pencaharian penduduk sebagian besar berubah menjadi petani karena penduduk sudah banyak yang memiliki lahan garapan, ada juga beberapa kelompok masyarakat yang mengalami perubahan mata pencaharian yang berdampak pada tingkat pendapatannya yaitu dari pengrajin rotan menjadi buruh tani. Peningkatan juga terjadi pada kondisi ekonomi masyarakat dari segi pendapatan dan dari segi pengeluaran juga terjadi peningkatan pada biaya konsumsi, biaya listrik, biaya sekolah dan biaya mobilitas. Dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat sebagian besar responden mengalami peningkatan karena responden sudah mempunyai lahan pertanian dengan luas yang beragam. Luas pertanian yang dimiliki responden akan mempengaruhi tingkat kesejahteraannya.