SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Example Non Example Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X.C Di SMA Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar

weni budiyani

Abstrak


ABSTRAK

 

Budiyani, Weni. 2011. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Example Non Example Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X.C Di SMA Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, SH, M. Pd, M.Si, (II) Drs. Soetjipto T.H, S.H, S.E, M.Pd.

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif model Example Non Example, pemahaman konsep

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di kelas X.C SMA Negeri 1 Srengat tahun ajaran 2010/2011 diketahui terdapat beberapa penyebab rendahnya pemahaman konsep siswa yaitu: 1) guru masih mendominasi proses pembelajaran dengan ceramah, dimana materi yang disampaikan sudah ada di dalam buku, 2) soal tes yang diberikan tergolong rendah yaitu masih tingkat pemahaman, dengan soal yang bersifat hafalan dari buku dan 3). guru jarang memberikan penjelasan atas pertanyaan yang diberikan siswa dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pemahaman siswa kurang maksimal. Hal ini mengakibatkan rendahnya nilai siswa yaitu sebanyak 46% siswa memperoleh nilai di bawah standard ketuntasan yang ditentukan.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas X.C SMA Negeri 1 Srengat yang berjumlah 35 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nilai pemahaman konsep siswa yang diperoleh dari pemberian tes pemahaman sebelum tindakan ( pra tindakan) dan setelah tindakan (akhir siklus). Nilai yang diperoleh merupakan nilai pemahaman awal sebelum siklus dan nilai pemahaman akhir setelah siklus. Analisis data pemahaman konsep dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata pemahaman awal sebelum siklus I dengan nilai pemahaman akhir setelah siklus I, dan nilai rata-rata pemahaman awal sebelum siklus II dengan nilai rata-rata akhir setelah siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman konsep siswa yang dilihat dari nilai tes pemahaman yang diberikan. Pada nilai yang diperoleh dari pra tindakan I dengan siklus I, terjadi peningkatan nilai pemahaman dari nilai rata-rata pemahaman awal sebelum siklus I terhadap nilai rata-rata akhir setelah siklus I yaitu sebesar 24. 26 (43. 79%). Sedangkan nilai yang diperoleh dari pra tindakan II dengan siklus II, terjadi peningkatan nilai pemahaman dari nilai rata-rata pemahaman akhir sebelum siklus II terhadap nilai rata-rata pemahaman akhir setelah siklus II yaitu sebesar 22. 33 (38. 3%).

Saran yang dapat diberikan bagi guru Geografi yaitu model pembelajaran Example Non Example dapat dijadikan sebagai metode alternatif dengan memasukkan tahap - tahap model pembelajaran di dalam RPP. Pada pihak sekolah sebaiknya memberikan motivasi dan memfasilitasi guru-guru di dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatakn mutu sekolah. Bagi peneliti lanjut dapat melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif model Example Non Example dengan memberikan variasi model atau variabel lain di dalam pelaksanaannya.