SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X6 SMAN 6 MALANG

DWI RATNA ANGGRAINI

Abstrak


ABSTRAK

 

Anggraini, Dwi Ratna. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X6 SMAN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Drs. M. Yusuf Idris.

 

Kata kunci: model pembelajaran TSTS, keaktifan belajar siswa, hasil belajar geografi siswa

Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 9 Februari 2011 di kelas X6 SMA Negeri 6 Malang diketahui bahwa 27 siswa masih kurang aktif di dalam proses pembelajaran, dikarenakan siswa kurang memiliki motivasi dalam belajar. Pada saat penerapan metode belajar diskusi sebagian besar siswa kurang dapat memenuhi indikator keaktifan dan didapatkan data sebagai berikut yaitu siswa yang aktif  melakukan diskusi mencapai 48,09%, aktif berbagi tugas mencapai 27,61%, aktif bertanya 42,86%, dan aktif merespon terhadap guru mencapai 55,24%  dari 37 siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru geografi SMA Negeri 6 Malang diketahui bahwa nilai hasil belajar geografi masih rendah. Dari SKM yang ditetapkan, hanya 15 siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 75 pada ulangan harian pertama dan 22 siswa yang lain mendapat nilai kurang dari 75.

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan di kelas X6 SMAN 6 Malang dengan jumlah siswa 35 orang, pada Kompetensi Dasar: Menganalisis Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Di Muka Bumi. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa keaktifan dan hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan keaktifan belajar siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase keaktifan kelas sebesar 22,7 (53,36%) pada siklus I meningkat menjadi 10,95 (16,78%) pada siklus II. Hasil penelitian juga menunjukkan peningkatan hasil belajar Geografi siswa kelas X6 SMAN 6 Malang. Peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 7,15 (10,32%) meningkat menjadi 6,31 (8,25%) pada siklus II.

Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Adapun saran yang diberikan yaitu: (1) guru perlu menerapkan model pembelajaran TSTS sebagai salah satu model alternatif dalam kegiatan pembelajaran, (2) sekolah disarankan untuk menerapkan model pembelajaran TSTS ketika ditemukan permasalahan keaktifan dan hasil belajar, (3) bagi peneliti lanjut dapat melakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran TSTS dengan memberikan variasi model atau variabel lain di dalam pelaksanaannya.