SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Kawasan Permukiman di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar

santi nurcahyani

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Nurcahyani, Santi. 2011. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Kawasan Permukiman di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M.P, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si

 

Kata kunci: evaluasi kesesuaian lahan, permukiman 

 

Pemindahan Ibukota Kabupaten Blitar ke Kecamatan Kanigoro telah ditetapkan secara resmi oleh Presiden melalui Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2010. Pemindahan tersebut mendorong terjadinya pengembangan perkotaan di Kecamatan Kanigoro, untuk itu perlu dilakukan penelitian evaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Kanigoro.

           Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi karakteristik lahan yang sesuai untuk permukiman di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, mendeskripsikan sebaran kelas kesesuaian lahan yang dikembangkan untuk kawasan permukiman dan mengevaluasi kesesuaian rencana tataguna lahan dengan rencana permukiman di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Metode yang digunakan  dalam penelitian adalah survey. Subjek penelitian ini adalah seluruh kawasan Kecamatan Kanigoro yang berpotensi untuk dijadikan lokasi permukiman. Objek penelitian ini adalah lahan-lahan berupa tegal, perkebunan, dan sawah  yang berpotensi dibangun sebagai kawasan permukiman. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan peta satuan unit lahan yang dihasilkan dari tumpang susun (overlay) tiga peta yaitu peta jenis tanah, peta kemiringan lereng dan peta penggunaan lahan. Penentuan kelas kesesuaian lahan untuk permukiman ditetapkan berdasarkan jumlah hasil pengharkatan (scoring) terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan pada satuan lahan.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kelas lahan yaitu kelas lahan sangat baik hingga baik terdapat pada satuan lahan KRC1,  KRL1, TRC1, SiMR1, dan SiRC1. Kelas lahan sedang terdapat pada satuan lahan TRL1. Perbedaan kelas kesesuaian lahan terjadi karena perbedaan karakteristik lahan pada setiap satuan lahan. Satuan lahan KRC1, KRL1, TRC1, SiMR1, SiRC1 dan TRL1 di Desa Sawentar, Banggle, Papungan, Jatinom, Kuningan, Gaprang, Tlogo, Minggirsari, Gogodesa, Karangsono sesuai dikembangkan untuk permukiman perdesaan . Satuan lahan SiRC1 dan KRC1 di Desa Setreyan dan Kanigoro dapat dikembangkan sebagai kawasan permukiman perkotaan. Rencana kawasan permukiman yang ada di RTRW Kabupaten Blitar, kurang sesuai. Dalam RTRW tidak diperbolehkan memanfaatkan kawasan pertanian teknis untuk pembangunan permukiman, namun adanya kebijakan pembangunan permukiman perkotaan di Desa Kanigoro maka dapat terjadi penggunaan lahan sawah untuk permukiman dan diperkuat  kebijakan pemerintah yang menjadikan Desa Kanigoro sebagai permukiman perkotaan.