SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Keterkaitan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, Jumlah Anggota Keluarga dengan Kesehatan Lingkungan Rumah di Kelurahan Sumber Taman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo

Foni Anmal Kurniyati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniyati, Foni, Anmal. 2011. Studi Keterkaitan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, Jumlah Anggota Keluarga Dengan Kesehatan Lingkungan Rumah di Kelurahan Sumber Taman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. (II) Dr. Budijanto, M.Sos.

 

Kata Kunci: tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga, kesehatan lingkungan rumah.

Kecamatan Wonoasih merupakan salah satu wilayah dengan kebanyakan masyarakat bertumpu pada sektor agraris. Rumah yang biasanya ditempati kadang-kadang bercampur dengan kegiatan pertanian dan usaha infomal lain di rumah serta dekat dengan sungai. Masalah pemukiman di kelurahan Sumber Taman dipengaruhi oleh meningkatnya penduduk di kawasan tersebut yang kebanyakan bekerja pada sektor informal sehingga pengetahuan masyarakat akan pentingnya lingkungan hunian yang sehat sangat kurang sekali. Kebiasaan masyarakat di permukiman kampung yang masih memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan air besar dan sampah menjadikan sungai menjadi kotor dan banyak yang tersumbat. Kondisi rumah di kawasan perumahan perumnas yang padat dan tidak ada jarak antar rumah membuat ventilasi dalam rumah berkurang, sehingga kondisi rumahnya tampak pengap, sesak, dan petang.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keetrkaitan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga dengan kondisi kesehatan lingkungan rumah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui angket dan daftar cheklist yang disebar kepada 100 responden (kepala keluarga) tentang tingkat pendidikan, pendapatan, jumlah anggota keluarga dan kesehatan lingkungan rumah. Data yang diperoleh dari hasil angket kemudian dianalisis menggunakan tabulasi (silang dan tunggal) dan indeks komposit skor untuk mengukur kesehatan lingkungan rumah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah tamatan SD dan diikuti oleh Perguruan Tinggi. Tingkat pendapatan responden sebagian besar < Rp 700.000 yang berada di permukiman kampung dengan mayoritas pekerjaan buruh tani, sedangkan di permukiman Perumnas sebagian besar berpendapatan ≥ Rp 2.100.000 dengan pekerjaan PNS/POLRI. Jumlah anggota keluarga sebagian besar berjumlah 4-6 orang. Kesehatan lingkungan rumah termasuk dalam kriteria sehat. Ada keterkaitan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pendapatan, yaitu semakin tinggi tingkat pendidikan dan pendapatan maka kesehatan lingkungan rumah semakin baik. Jumlah anggota keluarga tidak berkaitan dengan kesehatan lingkungan rumah.

Berdasarkan hasil tersebut, disarankan: (1) Penerapan wajib belajar 12 th perlu ditingkatkan khususnya bagi warga di permukiman kampung, (2) Peningkatan  program tentang kesehatan lingkungan oleh pemerintah,(3) Diperlukan  penyuluhan dan survey kembali oleh dinas terkait dalam melengkapi fasilitas fisik rumah sehat.