SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kesesuaian Sungai Brantas Untuk Budidaya Perikanan Air Tawar dengan Keramba Jaring Apung di Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang

Fitri Andria Febrianti

Abstrak


ABSTRAK

 

Febrianti, Fitri Andria. 2011.Evaluasi Kesesuaian Sungai Brantas Untuk Budidaya Perikanan Air Tawar Dengan Keramba Jaring Apung di Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si., (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.,

 

Kata kunci : kualitas air, keramba jaring apung, evaluasi kesesuaian sungai brantas.

Kualitas air dan pengaruhnya terhadap ikan sangat penting diketahui oleh pembudidaya ikan. Sumber air yang dipilih untuk usaha budidaya perairan, airnya harus jernih dan bebas dari bahan pencemaran. Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang, hasil uji kualitas air yang dilakukan di Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare menunjukkan bahwa parameter pH, BOD, COD, H2S, NO2, NH3, Fenol, Timbal, Kadmium dan air raksa diambang batas. Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan salah satu cara pemanfaatan budidaya ikan air tawar di aliran sungai bagian hilir yang dapat meningkatkan pendapatan, meningkatkan produksi dan produktivitas lahan serta menjaga kelestarian sumber daya ikan di perairan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Brantas di Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang berdasarkan kesesuaian kualitas air untuk usaha pengembangan budidaya perikanan air tawar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Subjek dalam penelitian ini yaitu kawasan Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang yang dilalui Sungai Brantas untuk budidaya perikanan air tawar. Objek dalam dalam penelitian ini adalah air Sungai Brantas di Desa Sukowilangun yang dimanfaatkan untuk budidaya perikanan air tawar. Teknik pengambilan sampel air yaitu dengan menggunakan purposive sampling yang berdasarkan kecepatan aliran sungai di KJA dan tinggi keramba.

Hasil penelitian ini yaitu kecepatan aliran Sungai Brantas di KJA mencapai 1,6 sampai 2 meter/detik, sehingga dapat disimpulkan kecepatan aliran sungai Brantas di KJA termasuk deras. Sedangkan parameter kualitas air untuk budidaya perikanan air tawar yang meliputi: (1) pH dengan nilai 7,63; (2) DO dengan nilai 1,27 mg/L; (3) temperature dengan nilai 30,6 oC; dan (4) Salinitas dengan nilai 0,00 ppt.

Evaluasi kesesuaian Sungai Brantas untuk budidaya perikanan air tawar dengan keramba jaring apung didasarkan pada faktor pendukung pertumbuhan budidaya, yaitu oksigen terlarut, suhu, pH, dan salinitas dapat disimpulkan bahwa kualitas air Sungai Brantas di Desa Sukowilangun dengan parameter pH, Salinitas, dan Temperatur masih memenuhi syarat standar baku mutu air golongan C, sedangkan Oksigen Terlarut (DO) tidak memenuhi syarat standar baku mutu air golongan C.

Saran yang dapat diberikan: (1) Hendaknya petani ikan memberikan tanaman air (hydrila verticilata) ditiap keramba agar ikan dapat tumbuh optimal (2) Dinas Perikanan dan Kelautan hendaknya secara rutin melakukan uji kualitas air minimal 2 kali setahun dengan harapan apabila terjadi tidak kesesuaian kualitas air dengan standar baku mutu air dapat ditanggulangi lebih cepat sehingga air yang digunakan petani ikan kualitasnya tetap baik.