SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kajian Geografis dan Tanggapan Penumpang terhadap Pelayanan Pelabuhan Panarukan sebagai Salah Satu Jalur Alternatif Laut di Kec. Panarukan Kab. Situbondo

AKHMAD ISKANDAR

Abstrak


ABSTRAK

 

Iskandar, Akhmad. 2011. Kajian Geografis dan Tanggapan Penumpang terhadap Pelayanan Pelabuhan Panarukan sebagai Salah Satu Jalur Alternatif Laut di Kec. Panarukan Kab. Situbondo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Satti Wagistina, SP. M. Si. (II) Purwanto, S. Pd. M. Si.

 

Kata Kunci: kajian geografi, tanggapan penumpang, pelayanan pelabuhan

Pelabuhan Panarukan merupakan pelabuhan yang menjadi gerbang perekonomian di Kabupaten Situbondo dan melayani bongkar muat barang dalam  skala regional Jawa Timur. Berdasarkan letak geografis, Pelabuhan Panarukan berada 470 m dari jalur transportasi Pantai Utara (rute Surabaya-Bali) dan berada di Selat Madura sebelah Selatan, sehingga keberadaannya menjadi penghubung antara Kab. Situbondo (Pulau Jawa) dengan Pulau Madura dan sekitarnya. Namun seiring majunya teknologi dalam kurun waktu terakhir, pelabuhan ini mengalami kemunduran baik dari segi kunjungan kapal ataupun kualitas pelabuhan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan penelitian mengenai kondisi geografis dan tanggapan penumpang terhadap pelayanan pelabuhan sebagai salah satu jalur alternatif laut.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kondisi geografis dan tanggapan penumpang terhadap pelayanan pelabuhan dan penelitian ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data aspek geografi diperoleh dari pengamatan dilapangan dan arsip kantor administrasi pelabuhan, sedangkan data mengenai pelayanan pelabuhan diperoleh dari kuesioner/angket dan data doumentasi yang berhubungan dengan pelabuhan. Data yang sudah diperoleh, kemudian dianalisis secara deskriptif dan data tanggapan penumpang dianalisis dengan teknik persentase dan importance-performance grid.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, Pelabuhan Panarukan mengalami pendangkalan dengan kecepatan 15 cm pertahun akibat proses sedimentasi material pantai dan sungai, dinamika pantai terjadi akibat pergerakan gelombang dengan rata-rata ketinggian 0.5 LWS dan kecepatan 2.5 mil/jam pada bulan September-Pebruari, Pelabuhan Panarukan  menghubungkan Kab. Sumenep dengan Kab. Situbondo dan merupakan perpendekan dari jalur angkutan jalan darat. Sedangkan dari aspek non fisiknya, sebagian besar penumpang berasal dari Pulau Madura dan penduduk sekitar pelabuhan berpartisipasi dalam aktivitas pelabuhan melalui penyediaan warung makan, pertokon, kuli bongkar muat, dan tukang becak. Kedua, berdasarkan analisis pelayanan pelabuhan, penumpang mempunyai tanggapan berbeda terhadap pelayanan, hal ini tergantung dari latar belakang dan sudut padang penilaian responden terhadap pelayanan pelabuhan, namun sebagian besar penumpang tanggapan penumpang terhadap pelayanan adalah baik hanya perlu perbaikan mengenai kelengkapan fasilitas, ruang tunggu, tempat duduk, toilet, tempat ibadah, dan lain-lain serta peningkatan kebersihan lingkungan sekitar pelabuhan.