SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN

FATIYA ROSYIDA

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosyida, Fatiya. 2011. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Kawasan Industri di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Skripsi. Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didik Taryana, M.Si, (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si

 

Kata kunci: evaluasi kesesuaian lahan, kawasan industry

 

Pertumbuhan industri wilayah Gerbangkertosusila yang sudah pada tingkatan yang cukup padat sehingga akan sulit dikembangkan lagi membuat Provinsi Jawa Timur melakukan alternatif pengembangan wilayah industri. Kabupaten Tuban adalah salah satu kabupaten yang memiliki potensi pengembangan industri yang cukup baik karena dekat dengan Gresik dan Surabaya dan akses jalan yang baik karena dilewati oleh jalan arteri primer. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Kawasan Industri Kabupaten Tuban tahun 2001, Kecamatan Jenu merupakan daerah yang akan dikembangkan sebagai kawasan industri dan merupakan pusat pengembangan industri zona II yang bergerak dalam bidang industri berat. Industri yang telah berkembang di kecamatan Jenu berada dekat dengan pemukiman sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam limbah industri yang dihasilkan agar tidak menganggu kesehatan penduduk. Selain itu, kawasan industri juga berada tepat di tepi pantai. Lokasi industri yang berada dekat laut tersebut tidak sesuai dengan pedoman pemanfaatan ruang tepi pantai yang mengharuskan kawasan industri berada 100 hingga 300 meter dari titik pasang tertinggi.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi kesesuaian lahan di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban untuk pengembangan kawasan industri, (2) Mendeskripsikan dampak yang akan ditimbulkan jika dikembangkan sebagai kawasan industri, dan (3)Mendeskripsikan prioritas pengembangan kawasan industri yang didasarkan pada evaluasi kesesuaian lahan.

Sifat penelitian evaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan industri ini adalah Ex-posfacto dengan menggunakan metode survey. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan evaluatif sesuai dengan tujuan penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Data primer, meliputi: kemiringan lereng; pH tanah; daya dukung tanah; drainase; kembang kerut tanah; kedalaman air tanah; dan korosivitas besi baja.Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan overlay pada peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan yang menghasilkan unit lahan, sedangkan analisa data menggunakan metode pengharkatan yaitu memberikan nilai harkat pada parameter fisik lahan dan dicocokkan dengan kelas kesesuaian lahan untuk industri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelas kesesuaian lahan pada lokasi penelitian berdasarkan parameter Sutanto memiliki kesesuian kelas III atau cukup sesuai untuk unit lahan StEI dengan luas 14,1 Ha, LEII dengan luas 3,9 Ha, LEI dengan luas 204,8 Ha, dan StCI dengan luas 6,6 Ha serta kelas II atau sesuai pada unit lahan LCI dengan luas 8 Ha.