SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kualitas Air Tanah Berdasarkan Perbedaan Bentuklahan di Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi

Surya heppy kurniasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Heppy, Surya Kurniasari. 2011. Kualitas Air Tanah Berdasarkan Perbedaan Bentuklahan di Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si (II) Drs. Didik Taryana, M.Si.

 

Kata Kunci: kualitas air, air tanah, bentuklahan

Air tanah pada umumnya memiliki kualitas yang baik, sehingga air tanah memiliki peranan penting bagi manusia, yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan akan air minum maupun kebutuhan dalam rumah tangga lainnya. Namun adanya batuan penyusun, proses terbentuk dan kondisi lingkungan yang berbeda pada masing-masing bentuklahan sangat mempengaruhi kualitas air tanah. Seperti terlihat permasalahan air tanah di wilayah Kecamatan Siliragung, yaitu di daerah dataran karst sering mengalami masalah yaitu terdapat endapan kapur yang menempel pada segala bentuk perkakas penyimpan air, di daerah aluvial nasi yang dimasak cepat basi dan di daerah pesisir pasir air berasa payau.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kualitas air tanah berdasarkan Bentuklahan di Kecamatan Siliragung, menganalisis kualitas air tanah pada masing-masing bentuklahan di Kecamatan Siliragung berdasarkan persyaratan kualitas air minum menurut PERMENKES RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 dan menganalisis persepsi masyarakat pada masing-masing bentuklahan di Kecamatan Siliragung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis uji beda statistik dengan uji t-test one sample, dan pengukuran hasil uji laboratorium dengan standar kualitas air minum menurut PERMENKES RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010.

Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa perbedaan kualitas air tanah terjadi pada Bentuklahan di Kecamatan Siliragung. Hal ini dikarenakan batuan penyusun, proses terbentuk dan kondisi lingkungan yang berbeda pada masing-masing Bentuklahan, sehingga kualitas air tanah akan berbeda dan kualitas air tanah pada seluruh Bentuklahan di Kecamatan Siliragung tidak memenuhi kriteria sebagai air minum menurut PERMENKES RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010, sebab pada Satuan Bentukahan Dataran Banjir pada Sungai Meander kadar Ca dan Cl melebihi standar, pada Bentuklahan Fluvio-Marin parameter rasa, Mg, Cl dan kesadahan mlebihi standar, pada Bentuklahan dataran Karst kadar Fe dan Cl melebihi standar dan untuk Bentuklahan Pesisir Pasir parameter rasa dan Cl melebihi Standar Baku Mutu Air Minum menurut PERMENKES RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 dan mayarakat di Kecamatan Siliragung pada masing-masing bentuklahan memiliki persepsi yang berbeda terhadap kualitas air tanah.