SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 9 Blitar

PUSPITA indra Wardhani

Abstrak


ABSTRAK

 

Indra, Puspita. 2011. Penerapan Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 9 Blitar. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ach. Amirudin, M.Pd, (2) Drs. Soetjipto. TH, S.H, M.Pd.

 

Kata kunci: Problem Based Learning, kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar

 

Fakta pembelajaran geografi di SMP Negeri 9 Blitar menunjukkan bahwa (1) evaluasi hasil belajar  siswa kelas VIII F pada materi Permasalahan Penduduk dan Dampaknya terhadap Pembangunan didapatkan nilai rata-rata hasil tes kognitif yang rendah yaitu sebesar 48 siswa (60%) belum mencapai KKM mata pelajaran geografi. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep geografi siswa masih rendah. (2) kemampuan dalam memecahkan masalah siswa kelas VIII F masih kurang, berdasarkan hasil observasi sebelumnya siswa yang belum mampu memecahkan masalah sebesar 21 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum dapat berpikir kritis dalam menanggapi masalah yang ada di sekitarnya.

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Blitar pada semester genap tahun ajaran 2010/2011 pada tanggal 13 November 2010 - 4 Februari 2011. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Tahapan tiap siklus meliputi observasi awal, pemberian tindakan, observasi, dan refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara klasikal, pada siklus 1 dan 2 skor rata-rata kemampuan memecahkan masalah berturut-turut sebesar 3,5 (cukup mampu) dan 4 (mampu). Rata-rata skor tes hasil belajar siswa pada siklus 1 dan 2 berturut-turut sebesar 76 dan 82. Dari hasil penelitian disarankan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning diterapkan untuk materi lingkungan dan didukung dengan media yang relevan. Siswa yang berkemampuan rendah dan mengalami kesulitan terhadap materi yang diajarkan untuk lebih diperhatikan agar diskusi dapat berjalan lancar.