SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tingkat Kenyamanan Kawasan Permukiman Berdasarkan Kajian Iklim Mikro di Kecamatan Klojen Kota Malang

Akhmad Faruq Hamdani

Abstrak


ABSTRAK

 

Hamdani, Akhmad Faruq. 2010. Tingkat Kenyamanan Kawasan  Permukiman Berdasarkan Kajian Iklim Mikro di Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P.

 

Kata Kunci: tingkat kenyamanan, kawasan permukiman, iklim mikro.

 

Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar dari kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal. Kawasan permukiman Kecamatan Klojen merupakan kawasan permukiman terpadat di Kota Malang. Tingkat kepadatan permukiman yang cukup tinggi di Kecamatan Klojen ini berimplikasi terhadap kondisi iklim mikro di kawasan ini. Iklim mikro merupakan kondisi iklim pada suatu ruang yang sangat terbatas, tetapi komponen iklim ini mempengaruhi secara langsung makhluk-makhluk hidup di ruang tersebut. Perkembangan Kecamatan Klojen dengan semakin berkurangnya luasan ruang terbuka hijau telah mengubah iklim mikro dalam kota itu sendiri. Semakin banyak berkurangnya ruang terbuka hijau maka temperatur akan semakin meningkat. Perubahan iklim mikro dalam hal ini suhu dan kelembapan udara akan berimplikasi langsung terhadap tingkat kenyamanan kawasan permukiman. Kawasan permukiman di Kecamatan Klojen juga memiliki variasi keruangan yang berbeda, yakni kepadatan permukiman yang berbeda sehingga tingkat kenyamanan yang dihasilkan dari masing-masing kawasan juga berbeda.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat  kenyamanan kawasan pemukiman di Kecamatan Klojen Kota Malang berdasarkan kajian iklim mikro. Objek penelitian adalah  kawasan permukiman di Kecamatan Klojen Kota Malang. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling ditentukan berdasarkan sebaran vegetasi dan kepadatan permukiman, sehingga menghasilkan 6 sampel penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis discomfort index. Discomfort Index (DI), ditentukan dari hasil pengukuran temperatur dan kelembapan udara di setiap lokasi penelitian yang kemudian analisis dengan menggunakan rumus U.S. National Weather Service.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan per satuan waktu lokasi yang paling nyaman pada pagi hari berada di lokasi 3 Jl. Manggis (Kel. Bareng) dengan nilai DI  69,96, sedangkan pada siang hari berada di lokasi 2 Jl. Puncak (Kel. Oro-Oro Dhowo) dengan nilai DI 74,66, dan pada malam hari lokasi yang paling nyaman yakni di lokasi 1 Jl. Sidoarjo (Kel. Gading Kasri) dengan nilai DI 70,68. Untuk tingkat kenyamanan rata-rata harian lokasi 2 Jl. Puncak (Kel. Oro-Oro Dhowo) merupakan kawasan permukiman paling nyaman dengan nilai DI 71,45 dan lokasi 4 Jl. Brigadir Jendral Katamso Gang 3 (Kel. Kauman) merupakan kawasan paling tidak nyaman dengan nilai DI 72,35. Perbedaan ini disebabkan oleh sebaran vegetasi, kepadatan permukiman, dan variasi temperatur dan kelembapan udara yang berbeda antara satu kawasan permukiman yang satu dengan yang lain.