SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN PERKOTAAN DI KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG

NOVARIA ANDRIYANA

Abstrak


ABSTRAK

 

Andriyana, Novaria. 2011. Evaluasi Penggunaan Lahan Kawasan Perkotaan Di Kecamatan  Jombang  Kabupaten  Jombang.  Skripsi,  Jurusan  Geografi, Fakultas  Ilmu  Sosial, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing:  (I)  Satti Wagistina, S.P, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci: Penataan Ruang, RDTRK, Penggunaan Lahan, Kota

 

Penataan  ruang  merupakan  instrumen  yang  meliputi  tiga  dimensi  yakni perencanaan  ruang,  pemanfaatan  ruang  dan  pengendalian  pemanfaatan  ruang. Keberadaan  visi  penyelenggaraan  penataan  ruang  ini  menjadi  sangat  penting dalam  kegiatan  pembangunan  daerah  yang  berfungsi  sebagai  alat  pengendali pembangunan  fisik  kota,  dalam  hal  ini  adalah Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK). Kota merupakan  suatu  bentuk  permukiman  tempat  terkonsentrasinya sejumlah manusia dan kegiatannya, baik kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi maupun  sosial.  Oleh  karena  itu,  Pemerintah  perlu  merencanakan  penggunaan lahan setiap bagian wilayah kota yang sesuai dengan fungsinya di dalam struktur tata  ruang  kota  secara  keseluruhan,  mengingat  kawasan  perkotaan  termasuk kawasan yang mempunyai perkembangan yang relatif pesat.

Penelitian  ini  bertujuan  (1)  mengetahui  konsistensi  (tingkat  kesesuaian) penggunaan  lahan  kawasan  perkotaan  di  Kecamatan  Jombang  berdasarkan RDTRK  tahun 2003-2013 dan peta eksisting  tahun 2010,  (2) mengetahui  faktor-faktor  yang  menyebabkan  terjadi  ketidaksesuaian  penggunaan  lahan  kawasan perkotaan di Kecamatan Jombang. 

Penelitian  ini  menggunakan  metode  Sistem  Informasi  Geografi  (SIG) dengan  teknik overlay dan survei. Hasil ketidaksesuaian diperoleh dengan  teknik overlay  antara  peta RDTRK  Jombang  tahun 2003-2013  skala 1:25.000 dan peta penggunaan  lahan  tahun 2010 dengan  skala  yang  sama,  sedangkan  faktor-faktor yang menyebabkan  terjadinya  ketidaksesuaian  atas  penggunaan  lahan  diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak yang terkait seperti Bappeda, Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang, Dinas Perijinan, Stakeholders serta masyarakat atau pengguna lahan. 

Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  penggunaan  lahan  kawasan perkotaan  di  Kecamatan  Jombang  belum  sesuai  atau  belum  konsisten  dengan perencanaan  tata  ruang  yang  telah  ditetapkan  oleh  Pemerintah  yakni  RDTRK Jombang  tahun  2003-2013.  Hal  ini  dapat  dilihat  dari  penggunaan  lahan  untuk pembangunan  fisik  yang  ada  di  kawasan  perkotaan  Kecamatan  Jombang  telah terjadi  perubahan  fungsi  dan  peruntukan  yakni  lahan  seluas  1.251,21  Ha  atau 36,07% dari  total  luas keseluruhan. Adapun penyebab  terjadinya ketidaksesuaian penggunaan  lahan  kawasan perkotaan di Kecamatan  Jombang  adalah kurangnya pengetahuan  masyarakat  terhadap  rencana  penggunaan  lahan  serta  kurangnya informasi atau kurangnya sosialisasi dari pemerintah mengenai penggunaan lahan kepada masyarakat.