SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PEMBUANGAN LIMBAH PENGOLAHAN EMAS PADA PERTAMBANGAN EMAS ILEGAL (PERTAMBANGAN RAKYAT) TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI MAMA DI KECAMATAN LOPOK KABUPATEN SUMBAWA

Sarita Ratulanis

Abstrak


ABSTRAK

 

Ratulanis, Sarita. 2011. Pengaruh Pembuangan Limbah Pengolahan Emas pada Pertambangan Emas Ilegal (Pertambangan Rakyat) terhadap Kualitas Air Sungai Mama di Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd., M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P.

 

Kata Kunci: kualitas, limbah, air sungai

 

Di desa-desa Kecamatan Lopok, air sungai Mama digunakan oleh penduduk untuk kebutuhan MCK dan untuk irigasi usaha pertanian. Air yang digunakan adalah air yang telah tercampur oleh bahan logam berat yang tidak sehat dan sangat berbahaya jika digunakan secara terus menerus. Untuk mencari bukti tentang pengaruh pembuangan limbah pengolahan emas terhadap kualitas air Sungai Mama maka diadakan penelitian ini.

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui kualitas limbah pengolahan emas rakyat, 2) mengetahui kualitas air Sungai Mama di Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa masih memenuhi standar baku mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah No.28 tahun 2001, dan 3) mengetahui sebaran vertikal (permukaan, tengah, dan dasar) kualitas air Sungai Mama.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang meliputi kandungan limbah pengolahan emas, kualitas air dan pengaruh pembuangan limbah pengolahan emas terhadap kualitas air di Sungai Mama dengan menggunakan teknik uji laboratorium. Peneliti menentukan titik sampel dengan metode purposive sampling, pengambilan sampel air sungai dan limbah menggunakan metode random sampling. Setelah sampel diambil kemudian dibawa ke laboratorium. Analisis dalam penelitian ini dikerjakan dengan menggunakan analisis deskriptif. Pelaksanaan analisis dilakukan pada (1) air limbah untuk parameter temperatur, warna, kekeruhan, bau, pH, BOD, COD, Hg, dan TSS, (2) kualitas air Sungai Mama untuk parameter temperatur, warna, kekeruhan, bau, pH, BOD, COD, Hg, dan TSS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) limbah pengolahan emas mengandung air raksa yaitu sebanyak 0,436 µg/l, kekeruhan sampai 7200 NTU, temperatur 28,2 0C dan residu tersuspensinya sebanyak 2552 mg/l. Dari hasil uji laboratorium, limbah ini tidak berbau dengan warna yaitu 50 TCU, nilai pH yaitu 7,54, nilai BOD dan COD berturut-turut yaitu 0,72 mg/l dan 64 mg/l. (2) Unsur raksa pada air Sungai Mama adalah berturut-turut di titik 1 pada air permukaan sungai, tengah dan air dasar sungai yaitu 0,015, 0,83, dan 0,90. Pada titik 2 di air permukaan hingga dasar sungai 0,062, 0,097, dan 0,106. Pada titik 3 di air permukaan hingga dasar sungai yaitu 0,067, 0,070 dan 0,085. Unsur air raksa di titik terakhir pada air permukaan hingga dasar sungai berturut-turut yaitu 0,057, 0,060, dan 0,080. (3) Unsur TSS dan COD pada semua titik melebihi standar baku mutu kualitas air kelas II yaitu 50 mg/l dan 25 mg/l. (4) Pada tiap titik, semakin ke dasar sungai tingkat pencemaran atau kandungan air raksa semakin tinggi, meskipun pada air permukaan Sungai Mama yang terlihat jernih.