SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMAN I GONDANGWETAN KABUPATEN PASURUAN

Machmudi Machmudi

Abstrak


ABSTRAK

 

Machmudi. 2011. Upaya Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Geografi Materi Lingkungan Hidup Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Di SMAN I Gondangwetan Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto SH, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Soetjipto S.H., M.Pd.

 

Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, keaktifan belajar siswa

 

Hasil observasi SMAN 1 Gondangwetan diketahui bahwa sebagian besar kegiatan belajar mengajar (KBM) masih didominasi oleh guru (Teacher Center) sedangkan siswa hanya duduk diam, mendengarkan, bahkan ada sebagian siswa yang berbicara sendiri dengan teman sebangkunya. Pada saat pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan metode diskusi tampak sebagian besar siswa kurang aktif yaitu siswa yang tergolong sangat aktif dan aktif hanya mencapai 6%, siswa yang kurang aktif 30%, siswa yang sangat kurang aktif 6%, dan siswa yang pasif masih dominan yakni sebesar 58%.

Jenis penelitian ini dirancang menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan di kelas XI IS 2 SMAN 1 Gondangwetan. Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Hasil refleksi pada siklus I digunakan untuk penyempurnaan tindakan pada siklus II. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IS 2 SMAN 1 Gondangwetan dengan jumlah siswa 37 orang, pada materi menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup. Oleh karena pada siklus I jumlah siswa yang hadir 33 orang, maka dalam analisis data keaktifan belajar siswa jumlah siswa yang digunakan adalah 33 orang.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan keaktifan belajar sebesar 24.2% pada siklus I dan menjadi 57.5% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa.

Berdasarkan kesimpulan dapat dikemukakan saran sebagai berikut: (1) guru hendaknya menerapkan model pembelajaran berbasis masalah sebagai usaha meningkatankan keaktifan belajar siswa bahasan lingkungan hidup yang berupa permasalahan lingkungan, (2) bagi peneliti lanjut dapat menambahkan variabel lain seperti misalnya hasil belajar, motivasi belajar dan lain-lain serta dapat menerapkan pada materi geografi selain lingkungan hidup, yaitu materi-materi geografi yang mengandung masalah/problem yang benar-benar terjadi dan perlu pemecahan dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya materi kependudukan, pemanfatan sumber daya alam