SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN PERTANYAAN TINGKAT TINGGI PADA SISWA KELAS XA SMA ISLAM HASANUDIN KESAMBEN BLITAR

Mareta Dyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Dyah, Mareta. 2011. Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Dengan Menggunakan Pertanyaan Tingkat Tinggi Pada Siswa Kelas X-A SMA Islam Hasanudin Kesamben, Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Achmad Fatchan, M.Pd, M.Si., (II) Drs. Budi Handoyo, M.Si.

 

Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis, pertanyaan tingkat tinggi

 

Fakta pembelajaran geografi diSMA Islam Hasanudin Kesamben menunjukkan bahwa siswa kelas X-A belum mampu berpikir kritis. Hal ini disebabkan karena dalam pembelajaran geografi yang ditekankan pada ranah kognotif tingkat pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan penerapan (C3).

Sedangkan pada ranah kognitif analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6) yang dapat merangsang kemampuan berpikir kritis siswa belum dilaksanakan dalam pembelajaran. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa juga terlihat dari siswa belum mampu untuk membuat rumusan masalah, dalam menjawab pertanyaan siswa tidak dapat memberikan argument.

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X-A SMA Islam Hasanudin Kesamben, Blitar pada semester II tahun ajaran 2010/2011. Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengumpulan data. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus dengan empat kali pertemuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara klasikal terjadi peningkatan pencapaian aspek kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus 1 dan 2. Pada siklus 1 terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek membuat rumusan masalah sebesar 32.58%, aspek memberikan argument sebesar 16.29%, melakukan evaluasi sebesar 11.85%, memberikan solusi dan tindakan sebesar 15.64%, melakukan deduksi sebesar 13.85%, dan melakukan induksi sebesar 18.89%. Pembelajaran dengan menggunakan pertanyaan tingkat tinggi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kelas X-A SMA Islam Hasanudin Kesamben dapat dinyatakan berhasil pada sikus 2 karena rata-rata pencapaian aspek kemampuan berpikir kritis siswa adalah 84.47% dan termasuk dalam kategori baik sekali.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa penggunaan pertanyaan tingkat tinggi pada materi atmosfer dan dampaknya bagi kehidupan di muka bumi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pelaksanaan tindakan dikelas apabila siswa dikondisikan dan guru memfasilitasi.