SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Bersih Desa dalam Tradisi Masyarakat Osing di Kawasan Banyuwangi Kajian Etnografi

Novia Nurlatifasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurlatifasari, Novia. 2011. Bersih Desa dalam Tradisi Masyarakat Osing di Kawasan Banyuwangi Kajian Etnografi. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr. H. Ach. Fatchan, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Soetjipto. TH, S.H, S.E, M.Pd.

 

Kata Kunci: bersih desa, masyarakat Osing, kajian etnografi

 

Bersih desa merupakan salah satu tradisi turun temurun kebudayaan masyarakat Osing. Kegiatan bersih desa digunakan sebagai wujud rasa syukur warga sebuah desa atas berkat yang diberikan Tuhan kepada masyarakat desa, baik dari hasil panen, kesehatan, dan kesejahteraan yang telah diperoleh selama setahun dan juga sebagai permohonan akan keselamatan dan kesejahteraan warga desa untuk satu tahun mendatang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup kondisi Desa Kemiren dan Desa Alasmalang sebagai konteks daerah penelitian, latar belakang (history) bersih desa, perbedaan dan persamaan bersih desa, dan hubungan bersih desa dengan upaya kebersihan lingkungan alam.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa paparan wawancara dan temuan observasi dalam bentuk kata-kata audio, dan visual. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, format catatan lapangan, daftar wawancara, dan daftar dokumen. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data, member-check, dan ketekunan pengamatan. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat kesimpulan, yaitu: Pertama, bersih desa dilaksanakan di setiap daerah yang memiliki karakteristik fisik yang berbeda. Bagian Utara yaitu Desa Kemiren berupa daerah yang subur dan cocok untuk daerah pertanian. Sedangkan bagian Barat yaitu Desa Alasmalang berupa daerah yang subur pula dan cocok untuk pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan. Kedua, setiap bersih desa mempunyai latar belakang (history) yang berbeda sesuai dengan simbol media bersih desa yang dilaksanakan dalam kawasan masyarakat Osing. Bertujuan untuk menghormati atau membantu mengirim do'a untuk penjaga desa yang tidak nyata. Untuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas berkah yang diberikan selama ini dan sebagai ritual tolak bala agar terhindar dari mara bahaya. Ketiga, setiap bersih desa di berbagai daerah yang berbeda mempunyai persamaan dan perbedaan. Perbedaan tersebut antara lain dikarenakan faktor kondisi fisik, atraksi yang ditampilkan, pengakuan desa adat oleh pemerintah, penggunaan symbol yang digunakan sebagai media dalam bersih desa, dan waktu pelaksanaannya. Sedangkan persamaannya antara lain setiap bersih desa yang ada mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh pemerintah, tujuan yang sama dari kegiatan bersih desa, dan bersih desa di masyarakat etnik osing seluruhnya menggunakan tumpeng, kesenian barong, dan tarian gandrung. Keempat, bersih desa mempunyai hubungan dengan upaya kebersihan lingkungan alam. Melalui pola-pola kebudayaan ini manusia menafsirkan lingkungan alam dengan seluruh isinya, sebagai wujud bersatunya manusia dengan alam. Kerja bakti dengan seluruh warga dalam salah satu kegiatan bersih desa merupakan contoh salah satu upaya yang harus dilakukan.