SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU PADA GURU IPS DI SMP NEGERI KOTA MALANG

KURNIA MUHALIMAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Muhalimah, Kurnia. 2010. Permasalahan dalam Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu pada Guru IPS di SMP Negeri Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.

 

Kata Kunci: Pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu

 

Pembelajaran IPS masih banyak dilaksanakan secara terpisah, sehingga pencapaian Standart Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) masih dilakukan sesuai dengan kajian masing-masing mata pelajaran (Geografi, Sosiologi, Sejarah, dan Ekonomi). Sampai saat ini masih banyak dijumpai sekolah-sekolah yang belum melaksanakan pembelajaran IPS secara terpadu, dalam pelaksanaannya pembelajaran IPS masih berdiri sendiri-sendiri, di mana kompetensi IPS Terpadu tidak hanya dalam satu materi pelajaran saja melainkan menterpadukan keseluruhan subjek dalam Bidang Studi  IPS. Sesuai dengan kurikulum 2006 (KTSP) untuk Bidang Studi  IPS di jenjang SMP secara legal formal ditetapkan dengan menggunakan model pembelajaran IPS Terpadu (Depdiknas,2006b:1). Oleh sebab itu dalam pelaksanaannya masih terjadi kesenjangan antara pelaksanaan pembelajaran Bidang Studi IPS sesuai pedoman KTSP dengan kenyataan pelaksanaannya di sekolah.

Penelitian ini bertujuan untuk (a) Mengetahui kegiatan sosialisasi tentang pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu yang diikuti oleh Guru IPS pada SMP Negeri di Kota Malang, (b) Mengetahui pemahaman Guru IPS pada SMP Negeri di Kota Malang dalam pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu sesuai dengan pedoman KTSP di Kota Malang, (c) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu pada SMP Negeri di Kota Malang, (d) Mengetahui permasalahan yang dihadapi Guru IPS dalam pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu pada SMP Negeri di Kota Malang, (e)  Mengetahui usaha yang dilakukan oleh Guru IPS  untuk menambah pengetahuan pada kajian Bidang Studi IPS Terpadu di SMP Negeri Kota Malang.

Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pendekatan penelitian bertumpu pada pendekatan fenomenologis, yakni usaha untuk memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang biasa dalam situasi tertentu. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah, obyek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak  mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh Guru IPS yaitu diskusi dan kerja kelompok dalam forum MGMP IPS Kota Malang, rapat kerja antara perwakilan MGMP SMP IPS Kota Malang dengan anggota MGMP IPS sekolah, dan kegiatan seminar, diklat, dan workshop tentang pembelajaran IPS Terpadu. Guru-guru IPS pada SMP Negeri di Kota Malang sudah memiliki pemahaman yang tepat  mengenai pelaksanaan pembelajaran IPS sesuai pedoman KTSP. Pelaksanaan pembelajaran IPS pada SMP Negeri di Kota Malang belum dilaksanakan secara terpadu sesuai dengan pedoman KTSP, yaitu kajian Bidang  Studi  IPS yang meliputi Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi, dalam penyampaian materinya masih disampaikan secara terpisah-pisah atau belum terintegrasi. Dalam pelaksanaan pembelajaran Bidang Studi IPS sesuai pedoman KTSP masih terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Guru-guru IPS, yaitu kesulitan dalam memahami materi di luar latar belakang keahliannya, kesulitan dalam mengintegrasikan KD pada masing-masing Mata Pelajaran (Geografi, Sosiologi, Sejarah, Ekonomi) menjadi satu tema atau pokok bahasan pembelajaran, dan belum ada buku Bidang Studi IPS yang materinya sudah menjadi satu kesatuan yang terpadu. Usaha yang dilakukan oleh Guru IPS untuk menambah pengetahuan pada kajian Bidang Studi IPS Terpadu di SMP Negeri Kota Malang yaitu mempelajari materi di luar latar belakang keahliannya dari buku-buku penunjang yang relevan, bertanya pada guru yang sesuai pada latar belakang keahliannya pada materi yang tidak dipahami, dan mengikuti kegiatan seminar, diklat, rapat kerja dan workshop tentang  pembelajaran IPS sesuai pedoman KTSP.