SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KUALITAS TANAH, PENGOLAHAN SAWAH, DAN PRODUKSI PADA BERBAGAI LAHAN SAWAH BEKAS AREA PENAMBANGAN BATU DI KECAMATAN JATIREJO KABUPATEN MOJOKERTO

NINA HARDIANTI PRADANI YASA

Abstrak


ABSTRAK

 

Pradani Y, Nina Hardianti. 2011. Kualitas Tanah, Pengolahan Sawah, Dan Produksi Pada Berbagai Lahan Sawah Bekas Area Penambangan Batu Di Kecamatan Jatirejokabupaten Mojokerto.Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M.P, (II) Drs. J.P Buranda,M.Si.

 

Kata kunci: kualitas tanah, pengolahan sawah, produksi

Perubahan kualitas tanah diakibatkan adanya kerusakan tanah karena alih fungsi lahan. Kerusakan tanah merupakan berubahnya sifat dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah. Kerusakan tanah terjadi di Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto yang diakibatkan oleh kegiatan alih fungsi lahan sawah menjadi area penambangan batu, sehingga menyebabkan perbedaan pengolahan sawah bekas penambangan batu. Hal ini juga berdampak pada jumlah produksi dari hasil pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tanah, pengolahan sawah, dan produksi pertanian yang terdapat di tanah bekas penambangan batu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Subjek dalam penelitian ini ada dua yaitu wilayah di Kecamatan Jatirejo dan petani di Kecamatan Jatirejo. Objek dalam penelitian ini baik pengambilansampel tanah maupun sampel responden dilakukan dengan cara purposive sampling. Sampel tanah berjumlah 4 titik sampel dan sampel responden berjumlah 50 responden.

Hasil penelitian ini yaitu: (1) jenis tanah Latosol Coklat dan Regosol Kelabu yang mengalami kerusakan tanah berdasarkan pada parameter komposisi fraksi liat dan berat isi tanah;hal ini disebabkan karena nilai komposisi fraksi liat dan berat isi tanah berada pada ambang kritis kerusakan tanah;sedangkan untuk jenis tanah Andosol Kelabu dan Mediteranian Coklat Kemerahan  tidak mengalami kerusakan tanah karena semua parameternya tidak berada pada ambang kritis kerusakan tanah.(2) cara pengolahan sawah, petani menggunakan mesin dan 72% petani menambah jumlah pupuk dan 28% tetap.(3) semua responden mengalami penurunan hasil produksi baik petani tebu maupun petani padi dan paling banyak terjadi pada tanah Andosol Kelabu.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) penurunan kualitas tanah terjadi pada jenis tanah Latosol Coklat dan Regosol Kelabu;tingkat kerusakan tanah hanya pada komposisi fraksi liat dan berat isi, (2) peningkatan jumlah pupuk untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal terutama pada tanah Andosol Kelabu, (3) semua petani mengalami penurunan hasil produksi pertanian dan paling banyak terjadi pada tanah Andosol Kelabu. Saran yang dapat diberikan: untuk meningkatkan hasil produksi seharusnya menggunakan pupuk organik dulu karena bahan organik dapat meningkatkan unsur hara tanah secara alami telah teratasi, kemudian menggunakan pupu anorganik untuk meningkatkan unsur hara tanah agar lebih cepat