SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS GEOGRAFI MATERI HIDROSFER PADA SISWA KELAS VII-E SMPN 17 MALANG

Setya Nuraini

Abstrak


ABSTRAK

 

Nuraini, Setya. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Geografi Materi Hidrosfer Pada Siswa Kelas VII-E SMPN 17 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, FIS, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si (II) Drs. Budi Handoyo, M.Si

 

Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif model GI, aktivitas siswa, hasil belajar.

 

Hasil wawancara dan observasi menunjukan bahwa hasil belajar siswa kelas VII-E SMP Negeri 17 Malang di bawah Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 65. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas sebesar 56,13.  Hasil belajar yang rendah ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pembelajaran yang didominasi oleh guru, sehingga siswa menjadi pasif pada saat kegiatan belajar mengajar karena siswa merasa bosan dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru. 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan mengguakan model pembelajaran Group Investigation (GI). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas ini, peneliti terlibat langsung dalam seluruh proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan.

Kegiatan pembelajaran Group Investigation (GI) terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan di kelas VII-E SMP Negeri 17 Malang dengan jumlah siswa 43 orang, pada materi pokok Hidrosfer. 

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan aktivitas belajar siswa diketahui dari rata-rata pada siklus I sebesar 51,6% menjadi 74,2% pada siklus II, sehingga dapat disimpulkan bahwa menerapkan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa sebesar 23,6%.

Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, yaitu dari siklus I ke siklus II masing-masing nilainya 61,28  dan 67,28 sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan sebesar 6. Tercapainya hasil belajar yang meningkat  pada siklus II ditunjang oleh aktivitas belajar yang baik. Dengan demikian Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: kepada guru untuk menindaklanjuti tindakan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) sampai standar ketuntasan belajar IPS tercapai yaitu diatas 65. bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengggunakan pembelajaran dengan model Group Investigation (GI) agar dapat dikembangkan lebih lanjut pada materi yang lain dan pada mata pelajaran lain agar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.