SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Efektivitas Penambangan Pasir Sungai di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung

Wida Yanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Yanti, Wida. 2011. Perbedaan Efektivitas Penambangan Pasir Sungai di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (I) Drs. Djoko Soelistijo, M. Si (II) Satti Wagistina, SP, M. Si.

 

Kata Kunci: Efektivitas, Kondisi geografis, Aktivitas, Hasil, Penambang pasir sungai.

 

Prinsip diferensiasi area menyatakan bahwa tiap lokasi memiliki karakteristik tertentu yang tidak sama dengan lokasi lainnya, akibatnya akan menimbulkan fenomena yang berbeda pula antara lokasi yang satu dengan lokasi yang lainnya. Adanya perbedaan karakteristik lokasi penambangan pasir tersebut mempengaruhi efektivitas penambangan tiap lokasi penambangan terutama pada aktivitas dan hasil penambangan pasir tiap lokasi penambangan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik kondisi geografis lokasi penambangan pasir sungai di Desa Batokan dan Desa Pinggirsari, (2) mendeskripsikan aktivitas penambangan pasir sungai di Desa Batokan dan Desa Pinggirsari, (3) menganalisis perbedaan hasil penambangan pasir sungai di Desa Batokan dan Desa Pinggirsari, dan (4) menganalisis perbedaan efektivitas penambangan pasir sungai di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 33 responden yang tersebar sebanyak 10 responden di Desa Batokan dan 23 responden di Desa Pinggirsari. Penelitian ini menggunakan angket sebagai alat pengumpul data. Pengambilan data menggunakan 3 metode yaitu: observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov serta Uji Statistik dengan menggunakan Uji t Sampel Tidak Berpasangan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh empat kesimpulan penelitian sebagai berikut: (1) kondisi geografis lokasi penambangan di Desa Pinggirsari lebih efektif daripada lokasi penambangan Desa Batokan karena jarak rumah penambang ke lokasi penambangan di Desa Pinggirsari lebih dekat dari pada jarak rumah penambang Desa Batokan ke lokasi penambangan, topografi lokasi penambangan dan relief menuju lokasi penambangan di Desa Pinggirsari relatif lebih datar dibandingkan dengan lokasi penambangan Desa Batokan dan aksesibilitas menuju lokasi penambangan Desa Pinggirsari lebih tinggi dan lebih mudah dicapai daripada Desa Batokan, (2) aktivitas penambangan di Desa Batokan dan Desa Pinggirsari berbeda pada jam kerja penambangan, dimana jam kerja di Desa Batokan lebih lama daripada jam kerja penambang di Desa Pinggirsari, (3) perbedaan hasil penambangan antara Desa Batokan dan Desa Pinggirsari terjadi karena adanya penarikan retribusi di lokasi penambangan Desa Batokan, (4) berdasarkan kondisi geografis lokasi penambangan, aktivitas penambangan dan hasil penambangan lokasi penambangan pasir sungai di Desa Pinggirsari lebih efektif daripada lokasi  penambangan pasir sungai di Desa Batokan.