SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengelolaan Sampah Mandiri Masyarakat Perkotaan Surabaya(Studi di Kecamatan Jambangan Kota Surabaya)

Dian Rizqi Ristyawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Ristyawati, Dian Rizqi. 2010.  Pengelolaan Sampah Mandiri Masyarakat Perkotaan Surabaya (Studi di Kecamatan Jambangan Kota Surabaya). Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd., (II) Satti Wagistina SP, M.Si.

 

Kata Kunci:  pengelolaan sampah, efektivitas

 

Menanggulangi masalah sampah yang ada khusnya di Kota besar seperti Surabaya, pemerintah kota beserta stakeholder terus berupaya dalam menyukseskan program pemberdayaan masyarakat untuk pengelolaan sampah mandiri dengan mengadakan penyuluhan akan pentingnya kebersihan lingkungan dengan menyelenggarakan lomba kebersihan yang diikuti oleh hampir seluruh merata di 163 Kel. yang ada di Surabaya, dengan menerapkan  pengelolaan sampah mandiri dapat diketahui tingkat efektivitas  pengelolaan sampah.

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan warga Kel. Karah dan Kel. Jambangan? (2)  Problematika dalam pengelolaan sampah di Kel. Karah dan Kel. Jambangan? (3) Pengelolaan sampah mana yang paling efektif digunakan di Kel. Karah dan Kel. Jambangan?.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan tehnik wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif untuk memperoleh data tentang bagaimana pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan berdasarkan variabel yang ditemukan di lapangan.

Hasil penelitian diperoleh data primer dan sekunder yaitu (1) pengelolaan sampah organik di Kel. Karah dan kel. Jambangan dikelolan secara individu dengan takakura dan secara komunal dengan menggunakan komposter dan hasil pengomposan dijual ke masyarakat umum dan DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan). Pengelolaan sampah anorganik di Kel. Jambangan dibagi dalam beberapa kelompok yaitu pengepul, pencuci, pembuat planel dan penjahit. Hasil produk sampah anorganik dijual di galeri daur ulang sampah (2) Problematika yang ditemukan di lapangan dalam mengelola sampah mandiri adalah tidak semua warga mengelola sampah, kurangnya manajemen pengelolaan baik kaderisasi, bahan baku, tenaga kerja terampil dan penjualan (3) Pengelolaan sampah di Kel. Jambangan lebih efektif karena mengelola sampah organik dan anorganik dengan timbunan sampah rata rata selama tahun 2007-2010 di Kel. Karah mencapai 0,35 m3dan di Kel. karah mencapai 0,36 m3.

Disimpulkan (1) perbedaan pengelolaan sampah mandiri yang dilakukan di Kel. Jambangan dan Kel. Karah terletak pada pengelolaan sampah anorganik (2) Pengelolaan sampah organik di Kel. Karah dan Jambangan memiliki problematika yang sama (3) pengelolaan sampah yang paling efektif yaitu di Kelurahan Jambangan walaupun mengalami angka penurunan sampah lebih rendah dibandingkan dengan Kel. Karah Adapun saran yang dapat diberikan (1) Pengelolaan sampah di Kelurahan Karah tidak hanya mengelola sampah organik melainkan sampah anorganik (2) Dibutuhkan aspek kelembagaan untuk membentuk struktur organisasi dalam menggerakkan, mengaktifkan dan mengarahkan sistem pengelolaan sampah dengan ruang lingkup bentuk institusi, pola organisasi personalia serta manajemen (3) Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting karena peran serta merupakan alat guna memperoleh informasi mengenai kondisi, kebutuhan dan sikap masyarakat setempat.