SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat fertilitas pada wanita pernah kawin berusia subur di kecamatan tempeh kabupaten lumajang

Candra Lesmana

Abstrak


ABSTRAK

 

Lesmana, Candra. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Fertilitas Pada Wanita Pernah Kawin Berusia Subur di Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si (II) Drs. Budijanto, M.Si.

 

Kata Kunci: fertilitas, hubungan, pengaruh.

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah bahwa Kecamatan Tempeh termasuk dalam tiga kecamatan yang memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi di Kabupaten Lumajang. Rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk alami dari antara tahun 2004-2008 di Kecamatan Tempeh adalah 1,035%. Bahkan CBR pernah menyentuh angka 39,06‰ dan angka CDR sebesar 28,71‰. Sementara itu pertumbuhan penduduk total Kecamatan Tempeh dari tahun 2004-2008 adalah sebesar 2,6%. Dengan pertumbuhan penduduk total sebesar 2,6% maka diprediksi akan terjadi peledakan penduduk.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Tingkat fertilitas di Kecamatan Tempeh. (2) Besarnya hubungan lama pemakaian alat kontrasepsi, tingkat pendidikan, lama periode reproduksi, tingkat pendapatan, umur kawin pertama, dan mortalitas bayi dengan tingkat fertilitas pada wanita pernah kawin berusia subur di Kecamatan Tempeh. (3) Nilai bobot sumbangan masing-masing variabel terhadap tingkat fertilitas.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah stratified random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama pemakaian alat kontrasepsi, tingkat pendidikan, lama periode reproduksi, tingkat pendapatan, umur kawin pertama, dan mortalitas bayi. Sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat fertilitas. Responden dalam penelitian ini adalah wanita pernah kawin berusia subur di Kecamatan Tempeh yang berjumlah 357 respoden yang tersebar di tiga desa sampel yaitu Desa Tempeh Tengah, Desa Lempeni, dan Desa Jatisari. Data mentah yang terkumpul dimasukkan dalam tabulasi tunggal dan silang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi dan teknik analisis regresi linier berganda.

Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa semua variabel yang diteliti kecuali tingkat pendapatan, mempunyai hubungan dengan tingkat fertilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa semua variabel bebas secara simultan/bersama-sama mampu mempengaruhi tingkat fertilitas. Secara parsial hanya terdapat empat variabel yang mempengaruhi fertilitas di daerah penelitian yaitu tingkat pendidikan, lama periode reproduksi, umur kawin pertama, dan mortalitas bayi. Variabel bebas yang mempunyai bobot sumbangan terbesar terhadap fertilitas adalah lama periode reproduksi.

Saran secara umum adalah tingkat pendidikan dan sosialisasi tentang pemakaian alat kontrasepsi terutama pada wanita harus ditingkatkan untuk mengurangi perkawinan pada usia muda dan mengendalikan kelahiran bayi sehingga fertilitas dapat terkendali. Kesehatan ibu-ibu hamil dan menyusui beserta janin anaknya juga harus ditingkatkan supaya mortalitas bayi dapat ditekan.