SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Sengon (Paraserianthes Falcataria) di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar

Puji Pangestuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Pangestuti, Puji. 2010. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Sengon (Paraserianthes Falcataria) di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M.P, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si

 

Kata kunci: evaluasi, kesesuaian lahan, sengon (Paraserianthes Falcataria)

 

Penggunaan lahan disetiap wilayah perlu perencanaan agar pemanfaatan lahan dapat optimal. Di Kecamatan Wlingi sedang dikembangkan tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) dalam rangka konservasi dan peningkatan nilai ekonomi masyarakat, hal tersebut didukung oleh pemerintah daerah dengan pemberian bibit, pupuk dan pestisida secara gratis. Melihat banyaknya masyarakat yang menanam sengon (Paraserianthes falcataria), maka diperlukan evaluasi kesesuaian lahan sehingga masyarakat di Kecamatan Wlingi dapat memanfaatkan lahannya secara baik untuk penanaman sengon (Paraserianthes falcataria).

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik lahan di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, dan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman sengon (Paraserianthes falcataria). Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh lahan yang ada di Kecamatan Wlingi dengan objek penelitian yaitu unit lahan hasil tumpang susun (overlay) peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan yang ditentukan secara purposive sampling. Analisis data secara deskriptif hasil matching antara kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) dengan karakteristik lahan di Kecamatan Wlingi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit lahan 1.e.I (Lereng 0-8%, fluvents, kebun) termasuk kelas kesesuaian lahan sesuai (S2) dengan faktor pembatas drainase, tekstur, bulan kering dan curah hujan. Unit lahan 1.b.I (Lereng 0-8%, entisol, kebun) termasuk kelas kesesuaian lahan sesuai (S2) dengan faktor pembatas tekstur, batuan permukaan, bulan kering, dan curah hujan. Unit lahan 1.c.I (Lereng 0-8%, plaggepts dan arents, kebun) termasuk kelas kesesuaian lahan sesuai (S2) dengan faktor pembatas bulan kering, curah hujan, dan bahaya erosi. Unit lahan 3.c.I (Lereng 15-30%, plaggepts dan arents, kebun) termasuk kelas kesesuaian lahan sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas berat pada lereng dan bahaya erosi. Unit lahan 3.c.III (Lereng 15 - 30%, plaggepts dan arents, ladang) termasuk kelas kesesuaian lahan sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas berat pada lereng. Unit lahan 3.d.I (Lereng 15-30%, allbolls, kebun) termasuk kelas kesesuaian lahan sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas berat pada lereng. Unit lahan 3.d.III (Lereng 15-30%, allbolls, ladang) termasuk kelas kesesuaian lahan sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas berat pada lereng dan bahaya erosi. Unit lahan 3.e.I (Lereng 15-30%, fluvents, kebun) termasuk kelas kesesuaian lahan sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas berat pada lereng dan bahaya erosi.