SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VIII SMPN 10 Malang

Eka Rahma Auliya Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Eka Rahma Auliya. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VIII SMPN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (II) Drs. Dwiyono Hari U. M.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: Pembelajaran Creative Problem Solving, Hasil belajar 

 

Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan di SMP Negeri 10 Malang diketahui bahwa pembelajaran IPS masih didominasi oleh ceramah dan  kadang-kadang diselingi metode tanya jawab dan diskusi. Pembelajaran tersebut dirasa kurang efektif melatih siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa kurang optimal.

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 10 Malang. Subjek penelitian kelas VIII E yang berjumlah 44 siswa. Materi yang diajarkan yaitu permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data hasil belajar dengan menggunakan tes yang dilakukan setiap akhir siklus. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata kelas setelah diberi tindakan. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar 69,43 dan ketuntasannya 66%. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan data awal (pra tindakan) yaitu 63,75 dengan nilai ketuntasanya 48%. Kemudian meningkat pada siklus II sebesar 78,59 dengan nilai ketuntasan 89%. Jumlah siswa yang sudah tuntas sebelum tindakan sebesar 21 siswa kemudian pada siklus I meningkat menjadi 29 siswa dan pada siklus II meningkat menjadi 39 siswa. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model Creative Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa.