SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kesejahteraan Masyarakat Non Pendatang Sebelum dan Sesudah Alih Fungsi Lahan di Desa Wonotirto, Wonotirto, Blitar.

ANI FADHILAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Fadhilah, Ani. 2010. Kesejahteraan Masyarakat Non Pendatang Sebelum dan Sesudah Alih Fungsi Lahan di Desa Wonotirto, Wonotirto, Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si. (II) Drs. Johanis Paulin Buranda, M.Si.  

 

Kata Kunci: Kesejahteraan Masyarakat dan Alih Fungsi Lahan

 

Indonesia sebagai negara yang tergolong besar dengan kondisi tanah yang subur, iklim tropis, dan curah hujan yang cukup merupakan suatu potensi yang sangat mendukung bagi kegiatan bercocok tanam terutama kegiatan pertanian. Namun pertumbuhan penduduk yang relatif cepat, serta aktivitas pembangunan dalam berbagai bidang menyebabkan pertambahan permintaan lahan pertanian. Permintaan lahan yang terus bertambah ini tidak diimbangi dengan ketersedian lahan yang ada. Hal ini yang mendorong pemerintah Kabupaten Blitar pada tahun 2000 untuk mengalih fungsikan lahan hutan yang ada di Desa Wonotirto menjadi lahan pertanian karena desa ini memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan desa lain. Pengalih fungsian lahan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan masyarakat non pendatang sebelum dan sesudah alih fungsi lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan populasi kepala keluarga yang menggarap lahan pertanian alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian yaitu sebesar 239KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah editing, koding, skoring dan tabulating. Teknik analis data yang digunakan adalah tabulasi tunggal, tabulasi silang dan penghitungan tingkat kesejahteraan.  

Hasil penelitian menunjukkan: 1) Daerah penelitian terletak di Kabupaten Blitar bagian selatan yang didominasi perbukitan kapur dengan curah hujan1404,7 mm/tahun, suhu rata-rata harian 23,86º - 25,69º C, menurut Koeppen daerah penelitian ini termasuk dalam iklim Aw sedangkan menurut Schmidt dan Ferguson termasuk iklim E, Jenis tanah Rensina dan Mediteran, 3125 Ha lahan digunakan sebagai perkebunan rakyat, jumlah penduduk 5.592 jiwa dan kepadatan 284 jiwa/ km², sebagian besar penduduk sudah layak kerja, sebagian besar mata pencaharian penduduk sebagai petani, sebagian besar tingkat pendidikan penduduk tidak tamat SD/sederajat, 2) Sebelum alih fungsi lahan sebagian besar responden tergolong Keluarga Sejahtera I (miskin) yaitu sebesar 93,75 % dan Keluarga Sejahtera II sebesar 6,25%. sedangkan sesudah alih fungsi lahan sebagian besar responden tergolong Keluarga Sejahtera II yaitu sebesar 62,5 % dan Keluarga Sejahtera III sebesar 2,08%, 3) Terjadi kenaikan tingkat kesejahteraan masyarakat petani antara sebelum alih fungsi lahan dengan sesudah alih fungsi lahan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan 1) Bagi masyarakat diharapkan melaksanakan konservasi lahan hutan untuk menjaga kelestarian hutan dan mencegah terjadinya alih fungsi lahan hutan secara besar-besaran, 2) Untuk menangani masalah kemiskinan, membuka lahan baru bukan solusi yang terbaik, hal ini disebabkan masyarakat akan kehilangan matapencaharian mereka jika lahan tersebut diambil oleh perhutani sehingga bagi pemerintah diharapkan mempertimbangkan kembali setiap kebijakan yang akan dibuat dan diharapkan kebijakan tersebut dapat berlangsung untuk jangka panjang dan bukan hanya untuk jangka pendek saja.