SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Pendapatan Antara Pedagang Suvenir di Kota dan Desa Kabupaten Bangkalan

NOVITA NILASARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Nilasari, Novita. 2010. Perbedaan Pendapatan Antara Pedagang Suvenir di Kota dan Desa Kabupaten Bangkalan. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si. (II) Drs. Johanis Paluin Buranda, M.Si.

 

Kata Kunci: pendapatan, pedagang suvenir, kota, desa

 

Peningkatan jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan adanya peningkatan lapangan pekerjaan menyebabkan banyak angkatan kerja Indonesia yang tidak terserap dalam pasar tenaga kerja. Akibatnya tidak sedikit dari angkatan kerja yang terdorong untuk bekerja di sektor informal, salah satunya dengan bekerja sebagai pedagang suvenir. Wilayah pedesaan selalu diidentikkan dengan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan di kota. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui apakah kondisi demikian juga berlaku pada pedagang suvenir yang berlokasi usaha di kota dan desa di Kabupaten Bangkalan.

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat pendapatan pedagang suvenir di kota Bangkalan; 2) mengetahui tingkat pendapatan pedagang suvenir di desa Kabupaten Bangkalan; dan 3) mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat pendapatan antara pedagang suvenir di kota dan desa Kabupaten Bangkalan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dirancang secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei sedangkan dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang beraktivitas sebagai pedagang suvenir. Dalam penentuan sampel area digunakan teknik purposive sampling dan simple random sampling untuk penentuan sampel responden. Jumlah sampel responden masing-masing wilayah sebanyak 32 responden. Analisis yang digunakan adalah tabulasi dan uji statistik dengan menggunakan independent sample t-test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rata-rata pendapatan pedagang suvenir kota di hari biasa Rp.107.500,00 sedangkan pada hari libur/akhir pekan sebesar Rp.472.400,00. Berdasarkan UMK Bangkalan, mayoritas pedagang suvenir kota (90,63%) memiliki tingkat pendapatan di atas UMK sedangkan 9,38% lainnya di bawah UMK; 2) rata-rata pendapatan pedagang suvenir desa di hari biasa Rp. 48.100,00 sedangkan pada hari libur/akhir pekan sebesar Rp. 357.400,00.

Berdasarkan UMK Bangkalan, mayoritas pedagang suvenir desa (75,00%) memiliki tingkat pendapatan di atas UMK sedangkan 25,00% lainnya di bawah UMK; 3) terdapat perbedaan tingkat pendapatan yang signifikan antara pedagang suvenir yang berlokasi usaha di kota dan desa Kabupaten Bangkalan dimana pedagang suvenir kota lebih besar dibandingkan dengan pedagang suvenir desa.

Berdasarkan hasil tersebut disarankan bagi: 1) pedagang suvenir khususnya di desa diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan dan kualitas dagangan sehingga pembeli lebih tertarik untuk berkunjung ke kios mereka.; 2) pemerintah daerah kabupaten Bangkalan diharapkan dapat mengurangi adanya perbedaan dalam pemerataan pendapatan pedagang suvenir di kota maupun desa, salah satunya dengan mengadakan promosi daerah. Selain itu, pemerintah daerah melalui dinas perindustrian dan perdagangan hendaknya dapat memberikan pinjaman modal usaha bagi para pedagang sehingga dapat dengan mudah mengembangkan usahanya.