SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemetaan Karakteristik Industri Penyulingan Minyak Atsiri di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang

Yunila Mijil Purwana

Abstrak


ABSTRAK

 

Purwana, Yunila Mijil. 2010. Pemetaan Karakteristik Industri Penyulingan Minyak Atsiri di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si., (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si

 

Kata kunci: pemetaan, karakteristik, penyulingan minyak atsiri.

 

Dilihat dari sumberdaya alam dan bahan baku yang tersedia industri agro menjadi industri basis dan dominan di Kabupaten Malang. Di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, sebagian penduduknya memiliki usaha dibidang industri penyulingan minyak atsiri. Hal ini disebabkan rendahnya pendapatan sektor pertanian, sehingga sebagian penduduk desa berusaha mencari pekerjaan tambahan di luar sektor pertanian. Bahan baku yang digunakan dalam industri penyulingan minyak atsiri adalah daun cengkeh dan nilam.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Karakteristik industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Wonosari dan 2.) Sebaran keruangan industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode survey dan kuesioner. Dalam penelitian ini populasi berjumlah 47 pemilik industri, sehingga sampel yang diteliti mencakup semua pemilik industri yaitu 47 pemilik. Setelah data terkumpul dilakukan pemetaan dengan program Arc. View 3.3. Simbol yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik industri penyulingan adalah simbol diagram batang, dengan skala peta 1:50.000.Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 1). Industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang persebarannya sebagian besar berdekatan dengan jalan raya. Modal awal usaha yang digunakan oleh sebagian besar industri sebesar 26-40 juta rupiah, yang berasal dari modal sendiri, pinjaman dan bantuan pemerintah. Bahan baku yang digunakan sebagian besar adalah nilam dan daun cengkeh yang diperoleh dari kebun milik sendiri, petani sekitar dan pengepul. Jarak bahan baku dan jalur yang ditempuh untuk pengambilan bahan baku tergolong dekat dan mudah. Pemasaran dilakukan dengan menjualnya ke pengepul dan perusahaan yang berada di Dampit. Pemasaran yang dilakukan oleh sebagian besar pemilik industri sebanyak 5-10 kali dalam satu bulan. Sebagian besar pemilik industri memiliki pengalaman usaha sekitar 3 tahun bahkan lebih, sehingga secara otomatis mereka sudah mengenal seluk beluk industri penyulingan minyak atsiri ini. Harga yang diberikan untuk minyak nilam mencapai 600.000 rupiah dan minyak cengkeh 140.000 rupiah. Laba yang didapatkan oleh pemilik industri penyulingan minyak atsiri mencapai 2,5 juta rupiah setiap bulannya. 2). Sebaran Keruangan industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Wonosari terkonsentrasi di Desa Sumberdem dengan persentase 46,8%(22 industri). Sedangkan yang paling sedikit berada di Desa Kluwut dengan persentase 4,26% (2 tempat). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang sebanyak 5 (10,64%) industri memiliki tingkat produktivitas tinggi, 26(55,32%) memiliki tingkat produktivitas sedang dan 16(34,04%) memiliki tingkat produktivitas yang masih rendah.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar produktivitas dan skala industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang semakin ditingkatkan lagi. Bagi industri yang produktivitasnya masih rendah, sebaiknya frekuensi penyulingan semakin ditingkatkan, bahan baku yang diolah diperbanyak, perluasan jaringan untuk pemasokan bahan baku dan juga menambah tenaga kerja. Pemerintah setempat hendaknya memaksimalkan potensi sumberdaya alam untuk industri yang mulai berkembang ini.