Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

efektivitas hypnobirthing dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil dikelurahan songgokerto, kota batu

Komang Dita Yani Parwati

Abstrak


Efektivitas Hypnobirthing dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu

Komang Dita Yani Parwati
Prodi S1 Psikologi Universitas Negeri Malang
Email: ditakomang88@gmail.com
                                                                          ABSTRAK
Kecemasan pada saat kehamilan memiliki dampak negatif pada fisiologi ibu hamil dan janinnya. diantaranya adalah bayi lahir premature dan Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil ini dilakukan dengan pemberian Hypnobirthing training. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas hypnobirthing dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Penelitian menggunakan rancangan penelitian quasi esperimen, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik paired sample t-test. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu Hamil yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu dengan teknik purposive sampling. Treatment dilakukan menggunakan Panduan pelaksanaan hypnobirthing training. Hasil penelitian ini adalah hypnobirthing efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. . Penurunan tersebut terlihat pada ketiga aspek kecemasan. Penurunan tertinggi terjadi pada aspek fisik, diikuti oleh aspek kognitif dan terakhir pada aspek emosi.
Kata Kunci: hypnobirthing, tingkat kecemasan, ibu hamil
Pendahuluan
Kehamilan adalah salah satu peristiwa yang unik dalam kehidupan wanita dan merupakan bagian dari pengalaman yang signifikan bagi pasangan suami istri.  Masa kehamilan dan persalinan adalah suatu momen penting bagi wanita dan keluarga baik secara fisik, psikologis dan budaya (Bülez, Turfan  & Soğukpınar, 2018). Secara tradisional, kehamilan telah dianggap sebagai periode kesejahteraan dan kebahagiaan dimana keadaan kehamilan itu sendiri dianggap melindungi wanita dari kecemasan dan depresi (Bonari, 2003), akan tetapi kehamilan juga dapat menyebabkan kegelisahan dan kecemasan. Hal ini disebabkan kehamilan penuh dengan perasaan cemas dan takut mengenai hal-hal buruk yang akan terjadi terutama saat proses persalinan.
Kecemasan adalah keadaan emosi yang memiliki rangsangan fisiologis, perasaan tegang yang tidak menyenangkan dan adanya perasaan takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, (Nevid, Rathus dan Greene, 2005). Maimunah (2007) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa selama kehamilan ibu hamil mengalami keccemasan. Kecemasan yang dialami oleh ibu hamil baik di trimester pertama, kedua dan ketiga menunjukkan kecemasan yang berkaitan dengan hal-hal seputar persalinan menduduki peringkat tertinggi dengan presentase sebesar 43.1%  pada kehamilan trimester pertama, 55.7% pada kehamilan trimester kedua, dan 57.8%  pada kehamilan trimester ketiga (Maimunah, 2007).
Pada saat kehamilan, kecemasan dapat memiliki dampak negatif pada fisiologi ibu hamil dan janinnya. Spitz (2013) menjelaskan terdapat beberapa dampak negatif dari kecemasan pada ibu hamil, diantaranya adalah bayi lahir premature dan Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Berdasarkan penelitian di bidang psikoneuroimunologi diperoleh butki bagaimana emosi negative dapat diartikan dan mempengaruhi perubahan fisiologis (Philip, 2012). Philip (2012) menyebutkan bahwa persepsi rasa cemas dan stress mengaktifkan cabang simpatik sistem saraf otonom dan mengaktifkan respons "melawan atau mundur", sehingga menyebabkan sekresi hormon stres, yang mempersiapkan tubuh untuk terlibat dalam respons perlindungan sehingga menghasilkan penyempitan pembuluh darah. Hasil dari respon perlindungan tersebut adalah aliran darah dikeluarkan dari organ reproduksi dan mengalir ke otot dan otak belakang (Rice, 1992; Church, 2009).  
Kota Batu sebagai salah satu kota di Jawa Timur turut menyumbangkan angka kematian bayi di Indonesia. Berdasarkan informasi Departemen Kesehatan Di Kota Batu, kematian neonatal pada Tahun 2014 adalah sebesar 312/1000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi lima tahun terakhir menunjukkan grafik yang tidak signifikan. Kematian bayi di Kota Batu sebagian besar diakibatkan karena Berat Badan Lahir Rendah dan kelainan bawaan.
Teknik relaksasi sejauh ini merupakan metode yang paling umum diterapkan untuk mengurangi stres dan kecemasan. Manzoni (2008) dalam penelitian menemukan bahwa teknik relaksasi cukup efektif dalam mengurangi kecemasan. Hypnosis adalah metode yang efektif dalam menurunkan kecemasan (dalam penelitian Manzoni, 2008). Hypnobirthing adalah metode kombinasi antara proses kelahiran alami dengan hypnosis yang dimana metode ini memberikan teknik-teknik untuk memudahkan dan memberikan rasa nyaman pada saat akan melakukan proses persalinan, dimana disini ibu hamil akan mampu bekerjasama dengan tubuh dan sensasi nyeri persalinan dibandingkan dengan berjuang melawannya (Mongan, 2007).
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Hypnobirthing dalam Menurukan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu”
Metode
Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen satu kelompok atau One-Group Pretest-Postest Design. Pre-test dilaksanakan satu minggu sebelum dilakukannya treatment tepatnya pada tanggal 8 April 2019.
Pre-test dilaksanakan satu minggu sebelum dilakukannya treatment tepatnya pada tanggal 8 April 2019. Sedangka Hypnobirrthing training dilakukan pada tanggal 15 April 2019 di Balai Kelurahan Songgokerto Kota Batu dengan responden sebanyak 30 orang, yang dimana responden ini sama dengan responden saat pre-test. Setelah diberikan Hypnobirthing training, responden diminta untuk mengerjakan post-test. Post-test bertujuan untuk mengetahui tentang gambaran tingkat kecemasan sesudah diberikan treatment. Kegiatan Hypnobirthing treatment ini dilakukan  
Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Adapun data jumlah ibu hamil menurut Puskesmas Kota Batu kurang lebih sekitar 120 orang. Adapun Karakteristiknya adalah Ibu hamil primigravida dan multigravida serta  Ibu hamil dengan usia kandungan  kehamilan 9-42 minggu. Pada penelitian ini Peneliti mengambil 30 respoden atau 25% dari 120 ibu hamil sesuai dengan karakteristik yang telah ditentukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.
Pada penelitian kali ini, peneliti menetapkan dua jenis variabel yaitu Variabel Bebas dan Variabel Tergantung. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan timbulnya variabel dependen atau terikat (Sugiyono, 2017). Variabel bebas pada penelitian ini adalah hypnobirthing. Variabel tergantung merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2017). Variabel tergantung pada penelitian ini adalah tingkat kecemasan ibu hamil. Dalam penelitian ini variable yang dikontrol adalah usia kandungan yaitu ibu hamil dengan usia kandungan 9-42 minggu, sedangkan untuk umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan tipe kepribadian pada ibu hamil tidak dikontrol dalam penelitian ini.
Penelitian ini memiliki satu kelompok data yaitu data Tingkat Kecemasan. Instrumen yang digunakan untuk mengukurnya adalah skala kecemasan. Uji coba skala kecemasan ini dilakukan kepada 32 ibu hamil menghasilkan 42 aitem valid dan 18 aitem gugur. Aitem valid terdiri dari 21 aitem unfavorable dan 21 aitem favorable, juga diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,837.
Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov  dan Uji beda pada penelitian ini menggunakan paired sample t-test. Uji ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pre-test dan post-test kelompok eksperimen. Rumusan hipotesis jika signifikansi ≤0,05  maka H1 diterima yang berarti hypnobirthing efektif dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota batu. Apabila signifikansi ≥0,05  maka H0 diterima yang berarti hypnobirthing tidak efektif dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat dinyatakan bahwa sebelum dilakukan treatment Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu termasuk dalam Kategori Tinggi. Hal ini disimpulkan dari 30 responden  penelitian dimana sebaran datanya terdapat 21 orang atau sebesar 70% yang memiliki tingkat kecemasan tinggi,  9 orang atau sebesar 30% yang memiliki tingkat Kecemasan sedang dan tidak ada orang atau sebesar 0% termasuk dalam kategori tingkat Kecemasan rendah. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa Tingkat Kecemasan yang dimiliki oleh Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu sebelum diberikan treatment di dominasi dalam Kategori tinggi.
Adapun diketahui bahwa dari hasil analisis rata-rata responden penelitian berusia 20 -25 tahun dengan paritas di dominasi primigravida. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Kaplan dan Sadock (1998) yang menjelaskan bahwa kecemasan dapat terjadi terjadi  pada  pengalaman baru, seperti kehamilan, persalinan atau kelahiran anak. Harahap (2016) menjelaskan bahwa  faktor paritas merupakan salah satu penyebab kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan dimana primigravida mayoritas mengalami cemas berat karena belum memiliki pengalaman sebelumnya tentang persalinan.
Usia Kandungan Ibu Hamil pada penelitian ini di dominasi berusia 1 – 13 minggu atau disebut juga trimester pertama. Menurut Mochtar (2008) kecemasan pada ibu hamil mulai dirasakan pada trimester pertama dimana disini kecemasan timbul akibat adanya perubahan fisiknya seperti payudara yang membesar dan rahim yang mulai membesar. Selain dikarena faktor perubahan fisik, Pieter (2012) menjelaskan bahwa Faktor kecemasan ibu pada trimester pertama berkaitan dengan kondisi kesejahteraan ibu dan janin, rasa aman dan nyaman selama kehamilan, pengalaman keguguran atau hal buruk selama kehamilan sebelumnya, sikap menerima kehamilan serta dukungan dari suami dan keluarga.
Hasil analisis data skor post-test menunjukkan bahwa setelah dilakukan treatment terjadi perubahan pada kategori kecemasan, bahwa setelah dilakukan treatment Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu termasuk dalam Kategori Rendah. Hal ini disimpulkan dari 30 responden  penelitian dimana sebaran datanya terdapat 19 orang atau sebesar 63,3% yang termasuk dalam kategori tingkat kecemasan rendah, dan tidak ada orang atau sebesar 0% termasuk dalam kategori tingkat Kecemasan tinggi. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa Tingkat Kecemasan yang dimiliki oleh Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu setelah diberikan treatment di dominasi dalam Kategori rendah.
Berdasarkan hasil analisis diketahui ada perbedaan kecemasan antara skor Pre-test dan Post-test. Diketahui pada saat sebelum diberikan treatment mean skor pre-test kecemasan (122,07) lebih tinggi dibanding dengan mean skor post-test (93,50) setelah diberikan treatment. Selain itu diperoleh juga informasi bahwa nilai thitung adalah 16,023 sedangkan ttabel sebesar 2,04523 sehingga dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel. Nilai Signifikansi p-value didapatkan hasil 0,000 < 0,05 yang artinya ada perubahan sebelum dan sesudah diberikan treatment. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak , yang artinya Hypnobirthing efektif dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto Kota Batu, hal ini dapat dilihat adanya perubahan yang signifikan sebelum dan setelah diberikan perlakuan (treatment).
Kecemasan adalah keadaan emosi yang memiliki ransangan fisiologis, perasaan tegang yang tidak menyenangkan dan adanya perasaan aprehensif bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, (Nevid, dkk, 2005). Kecemasan pada ibu hamil dipengaruhi oleh usia, paritas, pendidikan dan pekerjaan (Wibisono, 2005). Responden rata-rata merupakan primigravida berusia 20-25 tahun dan berpendidikan SMA serta Perguruan Tinggi, ibu-ibu hamil tersebut sebagian besar memiliki tingkat kecemasan tinggi. Pada saat kehamilan, kecemasan dapat memiliki dampak negatif pada fisiologi ibu hamil dan janinnya. Spitz (2013) menjelaskan terdapat beberapa dampak negative dari kecemasan pada ibu hamil, diantaranya adalah bayi lahir premature dan Kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).
Kecemasan pada ibu hamil dapat dikurangi dengan melakukan relaksasi hal ini senada dengan pendapat Arifin (2007) yang menjelaskan bahwa terdapat beberapa metode non farmakologi untuk mengontrol kecemasan pada ibu hamil diantaranya adalah hipnosis, acurpressure, yoga, umpan balik biologis (biofeedback), sentuhan terapeutik, terapi aroma, terapi uap. Hypnobirthing adalah metode kombinasi antara proses kelahiran alami dengan hypnosis yang dimana metode ini memberikan teknik-teknik untuk memudahkan dan memberikan rasa nyaman pada saat akan melakukan proses persalinan, dimana disini ibu hamil akan mampu bekerjasama dengan tubuh dan sensasi nyeri persalinan dibandingkan dengan berjuang melawannya (Mongan, 2007).
Dengan kondisi emosi yang tenang, nyaman, stabil, dan rajin menanamkan afirmasi positif, ibu hamil mampu menetralisir semua rekaman-rekaman negative di pikiran bawah sadarnya mengenai kehamilan dan proses persalinan. Kondisi stabil dan seimbang dengan relaksasi yang dalam juga membuat ibu hamil semakin peka terhadap janinnya. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan kecemasan pada ibu hamil menurun. Sebagaimana penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan Ibu Hamil di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu mengalami penurunan setelah adanya treatment  hypnobirthing training, maka hal ini menunjukkan bahwa hypnobirthing efektif dalam menurunkan kecemasan. Dengan kondisi Ibu Hamil yang tenang dan rileks selama kehamilan maka kondisi janin pun akan sehat hal ini sesuai dengan pendapat Kuswandi (2014) yang menyebutkan bahwa salah satu manfaat hypnobirthing selama kehamilan adalah membuat kondisi ibu hamil menjadi tenang dan damai selama kehamilannya yang dimana perasaan tenang dan damai ini juga akan dirasakan oleh janinnya.
Penutup
Kesinpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa Hypnobirthing efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada Ibu hami di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Penurunan tersebut terlihat pada ketiga aspek kecemasan. Penurunan tertinggi terjadi pada aspek fisik, diikuti oleh aspek kognitif dan terakhir pada aspek emosi.
Saran-saran
Bagi ibu hamil yang mengalami kecemasan selama kehamilan diharapkan dapat terus mempraktikkan kegiatan hypnobirthing (relaksasi, kegiatan ideomotor, dan afirmasi positif) agar kecemasannya teratasi. Melakukan hypnobirthing akan berdampak juga pada psikis ibu dalam menghadapi persalinan supaya bayi yang dikandung juga merasakan nyaman dan tenang.
Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menyempurnakan rancangan eksperimen. Desain ekperimen dapat disempurnakan dengan menambah kelompok kontrol, melakukan post-test secara berkala (untuk melihat apakah efek dari treatment konsisten atau tidak), menambah metode seperti  memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah yang kemudian pada sesi selanjutnya dapat dibawa kembali. Peneliti selanjutnya juga dapat memperketat pemilihan subjek dengan menambah variable kontrol seperti umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan tipe kepribadian pada ibu hamil agar data lebih homogen
DAFTAR RUJUKAN
Arifin, E. 2007. Kesehatan Jiwa dan Keluarga, Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang
Bülez, T.  & Soğukpınar. 2018. Evaluation of the Effect of Hypnobirthing Education during Antenatal Period on Fear of Childbirth. The European Research Journal, (Online), 5 (2): 350 – 354, (https://www.eurj.org), diakses 3 Desember 2018

Bonari, L. 2003. Perinatal Risks of Untreated Depression During Pregnancy.
           The Canadian Journal of Psychiatry. (Online), 49 (11): 726 – 735, (https://journals.sagepub.com), diakses 3 Desember 2018
Church, D. 2009. The Genie in your Genes. Epigenetic Medicine and New Biology of Intention. Santa Rosa: Energy Psychology Press.  
Harahap T. I. 2016. Hubungan antara dukungan sosial dan kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester ketiga. Jurnal Psikologi.
Kaplan H. & Sadock B. 2010. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Tangerang: Penerbit Binarupa Aksara
Kuswandi, L. 2014b. Hypnobirthing: A Gentle Way to Give a Birth. Jakarta: Penerbit Pustaka Bunda
Maimunah, S. 2007. Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Pertama. Jurnal Ilmu Psikologi
Manzoni, G.M. 2008. Relaxation Training of Anxiety: a Ten-years systematic Review with meta-analysis. Journal of Pyschiatry.  (Online), 20 (8): 709 – 732, (https:/ www.bmcpsychiatry.biomedcentral.com), diakses 3 Desember 2018
Marliana. 2016. Pengaruh Hypnobirthing dalam penurunan tekanan darah, kecemasn denyut nadi pada Primigravida. Jurnal Ilmu Kesehatan
Marliani, R. 2013. Psikologi Eksperimen. Bandung: Pustaka Setia.
Mochtar, I. & Muis, M. 2008. Faktor yang Berhubungan dengan Stress Kerja dan Kecemasan pada Ibu Hamil di Puskesmas Batua Kota Makassar. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Mongan. F. 2007. Hypnobrithing: A Natural Apporach to a Safe, Easier, More Comfortable Birthing. USA: Health communication

Nevid, J, Rathus, S & Greene, B 2005. Psikologi  Abnormal  edisi kelima Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Philips, M. 2012. Birthing Outcomes from an Australian Hypnobirthing programme. British Journal Midwifery. (Online), 20 (8): 726 – 735, (https://www.magonlinelibrary.com), diakses 3 Desember 2018

Pieter, H.Z. 2012. Pengantar Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan. Suatu Kajian Psikologi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Rice, P. 1992. Stress and Health, 2nd edition. California: Brooks/Cole Publishing Company.

Spitz,  LD dan Petersen AC. 2013. Cortisol reactivity and anxiety and depression in pregnant adolescents: a longitudinal perspective. Journal of Psychoneuroendocrinology

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Penerbit Alfabeta.

Wibisono, A. 2005. Pengaruh keikutsertaan senam hamil terhadap kecemasan primagravida trimester ketiga dalam menghadapi persalinan. Jurnal Kesehatan