Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Perkembangan Moral Ditinjau dari Jenis Pola Asuh Orang Tua pada Remaja Kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan

Soraya Dayu

Abstrak


RINGKASAN

Soraya, Dayu. 2019. Perbedaan Perkembangan Moral Ditinjau dari Jenis Pola Asuh Orang Tua pada Remaja Kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing

(I) Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi,

(II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: perkembangan moral, pola asuh orang tua, remaja

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan perkembangan moral pada remaja ditinjau dari jenis pola asuh orang tua. Penelitian kuantitatif ini berjenis deskriptif dan komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis sampling jenuh dengan jumlah sampel 151. Alat ukur yang digunakan yaitu

(a) Defining Issues Test-2 dengan reliabilitas 0,0933 dan

(b) skala pola asuh orang tua dengan reliabilitas 0,929. Teknik analisis yang digunakan adalah uji hipotesis One Way Anova.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan ada perbedaan perkembangan moral pada remaja kelas XI SMA Persatuan Kedungpring ditinjau dari jenis pola asuh orang tua. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai F= 9,808 dengan signifikansi 0,000 dan perbedaan P-score berdasarkan pola asuh orang tua, yaitu

(a) otoritatif sebesar 14,74,

(b) permisif sebesar 12,75,

(c) otoriter sebesar 11,47, dan

(d) mengabaikan sebesar 10,84.

Kemudian diperoleh paparan data sebagai berikut

(a) tingkat perkembangan moral remaja dengan pola asuh otoritatif pada tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 1,8%, tahap 3 sejumlah 12,3%, tahap 4 sejumlah 54,4%, tahap 5 sejumlah 12,3%, dan tahap 6 sejumlah 19,3%,

(b) remaja dengan pola asuh permisif tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 18,8%, tahap 3 sejumlah 6,3%, tahap 4 sejumlah 43,8%, tahap 5 sejumlah 25%, dan tahap 6 sejumlah 6,3%,

(c) remaja dengan pola asuh otoriter tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 0%, tahap 3 sejumlah 52,9%, tahap 4 sejumlah 41,2%, tahap 5 sejumlah 0%, dan tahap 6 sejumlah 5,9%, dan

(d) remaja dengan pola asuh mengabaikan tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 14,8%, tahap 3 sejumlah 32,8%, tahap 4 sejumlah 47,5%, tahap 5 sejumlah 3,3%, dan tahap 6 sejumlah 1,6%.

Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, peneliti mengajukan beberapa saran, yaitu

(a) remaja hendaknya dapat meningkatkan interaksi secara langsung dengan teman sebaya untuk menjalani hubungan yang baik

(b) orang tua hendaknya lebih perhatian dalam hal memberikan nilai-nilai yang sesuai dengan ketetapan norma lingkungan yang berlaku

(c) sekolah diharapkan mengembangkan kegiatan sosial yang dapat mengembangkan penalaran moral siswa, dan

(d) peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas penelitian dengan menggunakan variabel bebas lainnya.