Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI KASUS PENERIMAAN DIRI PADA PELAKU PELANGGARAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

Rusiana Intan Dwi Setia

Abstrak


RINGKASAN

Rusiana, Intan Dwi.S. 2019. STUDI KASUS PENERIMAAN DIRI PADA PELAKU PELANGGARAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN  LOWOKWARU KOTA MALANG. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing

Pravissi Shanti S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci : penerimaan diri, pelaku pelanggaran lalu lintas, korban meninggal dunia, studi kasus, lembaga permasyarakatan

Perkembangan transportasi, khususnya transportasi darat telah membuat munculnya berbagai permasalahan lalu lintas seperti pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Kelalaian yang dilakukan oleh pengemudi karena ketidakpatuhan akan peraturan lalu lintas dapat menyebabkan seseorang mengalami kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan korban meninggal dunia. Oleh sebab itu, pelaku pelanggaran akan dikenai pidana sanksi penjara akibat tindak pidananya. Walaupun pada kenyataannya, pelaku pelanggaran lalu lintas adalah orang-orang yang menjadi korban keadaan karena kecelakaan yang terjadi murni ketidaksengajaan dan mereka harus dihukum karena keadaan memaksa mereka untuk menjalani hukuman. tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan bagaimana penerimaan diri pada pelaku pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan beberapa teori menyatakan bahwa individu yang dapat menerima dirinya ialah individu yang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri, mampu dan mau menerima keadaan diri baik kelebihan atau kekurangan, sehingga dapat memandang masa depan lebih positif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Pada penelitian ini, pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, serta dalam hal uji keabsahan data menggunakan wawancara significant others dan member check. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, yakni narapidana laki-laki yang masih aktif di Lapas Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat kemunculan aspek penerimaan diri yang berbeda-beda pada masing-masing partisipan yang dipengaruhi oleh faktor dukungan dari lingkungan sekitar, penyesuaian diri terhadap kondisi penjara, penolakan dari keluarga korban, kemampuan dalam menyeimbangkan antara real self dan ideal self dalam menghadapi vonis hakim serta pandangan terhadap diri sendiri. Berdasarkan hasil penelitian juga ditemukan, adanya faktor religiusitas pada kelima partisipan sehingga membantu proses penerimaan diri.

SUMMARY

Rusiana, Intan Dwi.S. 2019.CASE STUDY OF TRAFFIC VIOLATORS THAT RESULTED IN VICTIMS DEATH SELF ACCEPTANCE IN MALANG LOWOKWARU PRISON. Thesis, Faculty of Psychology Education, State University of Malang.

Supervisor

Pravissi Shanti S.Psi., M.Psi.

 

Key word : self-acceptance, traffic violators, death victims, case studies, prison

The development of transportation, especially land transportation has caused various traffic problems such as violations, traffic jams and traffic accidents. Negligence committed by the driver due to non-compliance with traffic regulations can cause a person to experience a traffic accident that can result in the death of the victim. Therefore, violators will be subject to criminal sanctions due to their criminal acts. Even though in reality, traffic violators are people who are victims of circumstances because of accidents that occur purely by accident and they must be punished because circumstances force them to serve their sentences. The purpose of this study is to describe how self-acceptance of traffic violators causes death.

 

Based on several theories, states that individuals who can accept themselves are individuals who have a positive attitude towards themselves, are able and willing to accept the condition of themselves both advantages or disadvantages, so that they can view the future more positively. This research was conducted by using qualitative method with study case technique. In this study, data collection used semi-structured interviews, observation, and documentation studies, as well as in terms of data validity testing using significant others interviews and member checks. The participants in this study were five people, namely male prisoners who were still active in Malang Lowokwaru Prison. This study concludes that there are different aspects of self-acceptance in each participant that are influenced by factors of support from the surrounding environment, adjustment to prison conditions, rejection of the victim's family, ability to balance between real self and ideal self in the face of verdict and view of yourself. Based on the results of the study it was also found, there was a factor of religiosity in the five participants that helped the process of self-acceptance.