Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Religiusitas dan Regulasi Emosi pada Mahasiswi di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda

Anjani Ike Darmayanti

Abstrak


RINGKASAN

Anjani, Ike Darmayanti. 2018. Hubungan antara Religiusitas dan Regulasi Emosi pada Mahasiswi di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing

(I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi, M.Si.,

(II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi

 

Kata kunci: religiusitas, regulasi  emosi, mahasiswi pesantren

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan regulasi emosi pada mahasiswi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda. Mahasiswi dituntut memiliki peran dan harapan yang besar dimasyarakat, mahasiswi diharapkan bisa membagi waktu, banyaknya pekerjaan mulai dari kegiatan berorganisasi, tugas kuliah. Banyaknya tuntutan tersebut bisa saja menyebabkan stres, permasalahan emosi.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, melibatkan 40 responden yang dipilih menggunakan menggunakan teknik Nonprobability Sampling, dengan jenis pengambilan sampel sampling purposive. Sampel penelitian merupakan mahasiswa yang juga berperan sebagai santriwati di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda. Cara penghitungan yang digunakan ialah model perhitungan skala Likert Pengumpulan data menggunakan instrumen regulasi emosi, dengan reliabilitas 0,792, dan instrumen religiusitas dengan reliabilitas sebesar 0,885. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 mahasiswai di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda Kota Malang memiliki tingkat regulasi emosi tinggi dan 21 mahasiswi dengan regulasi emosi rendah, sebanyak 23 mahasiswi memiliki religiusitas tinggi dan 17 dengan religiusitas rendah. Hasil korelasi regulasi emosi dan religiusitas menunjukkan nilai data rxy sebesar 0,604 dengan p-value = 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan positif yang sangat signifikas antara religiusitas  dan regulasi emosi pada mahasiswi pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda.

Saran yang diberikan untuk mahasiswi yang menjadi santriwati di pondok pesantren adalah meningkatkan kembali religiusitas yang ada pada diri individu. Dengan semakin meningkatkan religiusitas maka individu akan semakin baik dan mudah dalam regulasi emosi.