Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Persepsi Penyakit (Illness Perception) dengan Distres Psikologis Pada Penderita Kanker di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan

Ika Nur Hilmayani

Abstrak


ABSTRAK

 

Hilmayani, Ika Nur. 2017. Hubungan Antara Persepsi Penyakit (Illness Perception) dengan Distres Psikologis Pada Penderita Kanker di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.

Kata kunci: Illness Perception, distres psikologis, kanker

Persepsi penyakit merupakan bagaimana individu peduli dan sadar atas penyakit yang dideritanya. Distres psikologis merupakan suatu tekanan psikologis yang tidak menyenangkan dan memunculkan gangguan psikologis berupa simtom depresi dan kecemasan. Persepsi seseorang dapat mempengaruhi munculnya distress psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) persepsi penyakit pada penderita kanker, (2) distres psikologis pada penderita kanker, (3) hubungan antara persepsi penyakit (illness perception) dengan distres psikologis pada penderita kanker.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan desktiptif  korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu orang yang menderita kanker di kota Banjarmasin dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala persepsi penyakit dari Moss-Mories dan skala distres psikologis dari Zigmond dan Snaith. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan skor T. dan untuk uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi produk moment.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita kanker di Banjarmasin (1) memiliki persepsi penyakit yang tinggi sebesar 54% dari jumlah sampel (2) memiliki tingkat distress psikologis yang rendah sebesar 62% dari jumlah sampel (3) terdapat hubungan yang positif antara persepsi penyakit dengan distres psikologis pada penderita kanker dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,663 yang artinya jika semakin tinggi persepsi penyakitnya maka distress psikologis yang dialami oleh penderita kanker akan semakin tinggi.

Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) untuk lembaga kesehatan: diharapkan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan pada masyarakat tentang kanker pada daerah terpencil, (2) untuk dokter dan perawat: dapat memberikan penangan secara psikologis pada penderita kanker, (3) untuk keluarga: dapat mempertahankan dukungan keluarga yang diberikan pada penderita kanker (4) bagi masyarakat: diharapkan dapat memberikan dukungan sosial yang baik pada penderita kanker. (5) bagi peneliti selanjutnya: dapat mempertimbangkan keberagaman data demografis subjek dan menggunakan variasi variabel yang lebih beragam.