Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelatihan Ketrampilan Resiliensi Untuk Meningkatkan Resiliensi Pada Pegawai Negeri Sipil Yang Mengalami Paska-Stroke Di Kabupaten Kediri.

Resti - Rahmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmawati, Resti. 2017. Pelatihan Ketrampilan Resiliensi Untuk Meningkatkan Resiliensi Pada Pegawai Negeri Sipil Yang Mengalami Paska-Stroke Di Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I)     Dr. Tutut Chusniyah, M.Si. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci : Pelatihan Ketrampilan Resiliensi, Pegawai Negeri Sipil Paska-Stroke.

Pegawai Negeri Sipil perlu diberikan pelatihan untuk membantu meningkatkan resiliensinya setelah mengalami paska-stroke, keterampilan resiliensi sangat penting dimiliki oleh individu yang mempunyai masalah dan perubahan secara fisik seperti yang dialami oleh penderita paska-stroke agar dapat menjadikannya mampu bertahan dengan keadaan hidup sekarang dan masa yang akan datang.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adakah efek pelatihan ketrampilan resiliensi dalam meningkatkan resiliensi pada Pegawai Negeri Sipil yang mengalami paska-stroke di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen, dengan desain penelitian pretest-posttest control grup design. Untuk pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala resiliensi dari Reivich dan Shatte, dengan subjek Pegawai Negeri Sipil yang mengalami paska-stroke di Kabupaten Kediri yang berjumlah 60 subjek.

Analisis penelitian menggunakan Uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ketrampilan resiliensi efektif untuk meningkatkan resiliensi pada Pegawai Negeri Sipil yang mengalami paska-stroke di Kabupaten Kediri.

 

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah : (1) untuk Pegawai Negeri Sipil Paska-Stroke : diharapkan Pegawai Negeri Sipil paska-stroke dapat tetap mempertahankan dan meningkatkan ketrampilan resiliensi yang ada pada dirinya. (II) untuk Pemerintah setempat di Kabupaten Kediri : diharapkan Pegawai Negeri Sipil yang belum mendapatkan pelatihan ketrampilan resiliensi dapat memperoleh pelatihan yang bersifat kuratif maupun pelatihan yang bersifat preventif dari pemerintah setempat. (III) untuk peneliti selanjutnya : disarankan untuk lebih fokus mengendalikan variabel-variabel lain, menyeleksi peserta secara random assignment dan trainer sebaiknya bukan peneliti melainkan menggunakan trainer dari luar.