Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Stres Kerja terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit Islam UNISMA Malang

Arif Prambudi Widodo

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Penelitian ini didasari oleh adanya fakta di lapangan, dimana terdapat penurunan kinerja pegawai dari periode April 2015 sebanyak 50,01%  hingga periode Oktober 2016 sebanyak 53,26%,  kurang memiliki semangat dan motivasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga keperawatan dan tidak tepat waktu dalam menyelesaikan tugas. Hal tersebut diperoleh dari hasil observasi dan wawancara awal terhadap kepala manajer sumber saya manusia  Rumah Sakit Islam Unisma Malang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran stres kerja perawat di Rumah Sakit Islam Unisma Malang (2) mengetahui gambaran kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Unisma Malang (3) mengetahui apakah ada pengaruh stres kerja terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Unisma Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi sebanyak 128 perawat di Rumah Sakit Islam Unisma Malang dengan jumlah sampel 97 perawat. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Uji coba instrument dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Menggunakan instrumen penelitian skala stres kerja dengan reliabilitas 0,910 dan skala kinerja dengan reliabilitas 0,901. Analisis deskriptif dengan pengkatagorian skor T. Uji hipotesis dengan regresi sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat di Rumah Sakit Islam Unisma Malang memiliki stres kerja  yang rendah, yaitu sebesar 58,76% dan perawat yang memiliki stres kerja yang tinggi sebesar 41,24%. Perawat yang memiliki kinerja yang rendah sebesar 51,55% dan perawat yang memiliki kinerja yang tinggi sebesar 48,45% . Terdapat pengaruh stres kerja terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Unisma Malang dengan nilai R sebesar 0,308 dan p (0,002) < 0,05. Bagi perawat yang memiliki kinerja rendah diharapkan untuk meningkatkan semangat dan motivasi bekerja, dapat mengatur atau memanajemen waktu dengan baik agar dapat meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan di organisasi. Bagi pihak organisasi diharapkan dapat menangani masalah pada perawat yang memiliki kinerja rendah dengan membuat kebijakan dan program untuk meningkatkan kinerja perawat sesuai dengan apa yang menjadi visi, misi dan tujuan organisasi.