Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Ditinjau dari Status Karyawan Departemen Kamtib PT. Pupuk Kalimantan Timur

KEN GATRA WIDUH BHUTIR

Abstrak


ABSTRAK

 

Setiap manusia memiliki konsep ideal dalam kehidupannya, salah satunya adalah kesejahteraan. Karyawan yang bekerja di dalam perusahaan pasti menginginkan adanya kesejahteraan, maka karyawan akan menjadi tenang dan dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya. Kesejahteraan tidak hanya kesejahteraan fisik namun juga kesejahteraan psikologis. Seringkali kasus kesejahteraan psikologis karyawan dialami pada karyawan tidak tetap atau karyawan kontrak daripada karyawan tetap. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk mengungkap perbedaan kesejahteraan psikologis ditinjau dari status karyawan Departemen Kamtib PT. Pupuk Kalimantan Timur.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan komparasi. Populasi penelitian adalah karyawan tetap dan karyawan tidak tetap di Departemen Kamtib PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: (1) karyawantetap dan tidak tetap yang bekerja di Departemen Kamtib PKT, (2) karyawan tetap dantidak tetap Departemen Kamtib PKT yang telah bekerja selama 2 tahun dari pertamabekerja, (3) karyawan tidak tetap Departemen Kamtib PKT yang maksimal mempunyaimasa kerja 3 tahun. Dari purposive sampling diperoleh 80 karyawan, yang terdiri dari 40 karyawan tetap dan 40 karyawan tidak tetap. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu skala kesejahteraan psikologis yang dirancang peneliti berdasarkan konsep dasar kesejahteraan psikologis Ryff. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif independent sample ttest diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, artinya adanya perbedaan kesejahteraan psikologis ditinjau dari status karyawan Departemen Kamtib PT. Pupuk Kalimantan Timur. Dari hasil komparatif terlihat mean menunjukkan adanya perbedaan kesejahteraan psikologis antara karyawan tetap dengan karyawan tidak tetap. Pada karyawan tetap mendapatkan mean 229,10 sedangkan karyawan tidak tetap mendapatkan mean 190,00. Jadi mean karyawan tidak tetap lebih rendah daripada mean karyawan tetap. Saran: Berdasarkan penelitian, terdapat 15% karyawan tidak tetap dankaryawan tetap yang mempunyai kesejahteraan psikologis rendah sehingga diharapkankaryawan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan psikologisnya dengan membiasakanmenggunakan locus of control internal, berfikir positif, dan meningkatkan interaksi sosial dengan rekan kerja. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan ruang lingkup penelitian. Perusahaan bekerja sama dengan pihak lain untuk memberikan pelatihan yang khususnya karyawan tidak tetap sehingga karyawan tidak tetap dapat terlibat dalam kegiatan pengembangan diri.